Tips Menjadi Desainer Grafis Handal Tanpa Kuliah

Tidak melulu harus kuliah DKV (Desain Komunikasi Visual) untuk bisa menjadi desainer grafis yang handal. Bahkan tidak semua orang yang kuliah di jurusan DKV nantinya akan menjadi desainer grafis. Menjadi desainer grafis adalah tentang passion, taste, dan kemauan untuk terus belajar.

Desain grafis merupakan proses kreatif memadukan titik, garis, bidang, warna dan berbagai elemen dasar lainnya menjadi satu kesatuan gambar yang estetik dan menarik.

Dibutuhkan passion yaitu kesungguhan dalam belajar dan hasrat yang selalu ingin melakukan eksplorasi gambar. Taste dibutuhkan agar rangkaian gambar yang kamu susun terasa lebih hidup dan berpadu padan.

Kalau kamu pikir desain grafis hanya tentang menguasai tools di coreldraw atau photoshop itu belum cukup, kamu harus tahu dasar-dasar komunikasi.

Internet menyediakan banyak informasi tentang ini, berselancarlah!. Selain ilmu dasar komunikasi, beberapa hal yang harus kamu perhatikan untuk menjadi desainer grafis handal adalah :

1. Elemen Dasar Desain

Elemen Dasar Desain

Titik, garis, bidang, tekstur, bentuk, ruang, dan warna adalah tujuh elemen dasar desain grafis yang semuanya merupakan komposisi dari setiap produk desain grafis.

Kombinasi dari ketujuh elemen tadi menghasilkan gambar yang komunikatif bahkan tanpa disertai kalimat keterangan.

2. Fokus Media

Berbagai media cetak dan digital membutuhkan desain grafis dengan karakter yang berbeda-beda.

Media cetak contohnya membutuhkan kerapatan pixel yang maksimal dan warna yang cemerlang.

Sedangkan media digital berada di skala medium untuk kerapatan dan ukuran gambar yang tidak terlalu besar namun tetap mempertahankan kejelasan warna.

Menentukan fokus media ini penting agar kamu bisa lebih efektif dalam belajar dan punya spesifikasi khusus.

Desain iklan, desain tampilan website, desain tampilan aplikasi smartphone, atau desain tipografi semuanya mempunyai karakter masing – masing.

3. Mengulik Aplikasi Desain

Mengulik Aplikasi Desain

Coreldraw dan Adobe Photoshop adalah dua aplikasi dasar yang harus diketahui oleh seorang desainer grafis.

Secara umum desain grafis di media cetak atau digital mengandalkan dua aplikasi itu, didukung dengan beberapa aplikasi penyerta seperti Corel Photo Paint atau Adobe Illustrator.

Buat kamu yang mau fokus desain tampilan website atau aplikasi mobile bisa juga menggunakan Sketch (untuk MacOS) atau Adobe XD (untuk Windows).

Pelajari satu demi satu aplikasi tersebut hingga kamu layak disebut Master, tanpa Limbad. Hehehe

4. Membeli Buku Desain

Buku tentang desain tidak melulu tentang petunjuk menggunakan tools CorelDraw atau Adobe Photoshop. Coba baca buku tentang ilmu teori desain grafis “The Elements of Graphic Design” karya Alex. W. White atau “Paul Rand : A Designer’s Art” karya Paul Rand. Itu akan memperkaya pengetahuanmu tentang teori seni dan tata ruang dalam desain grafis.

Pengetahuan tentang seni atau teori komunikasi menggunakan desain grafis akan membedakanmu dengan orang yang hanya belajar tools aplikasi saja. Karena yang akan kamu buat bukan hanya perpaduan gambar tapi juga gambar yang bisa berbicara tanpa kata.

5. Mempelajari Karya Desainer Pro

Mempelajari Karya Desainer Pro

Penting untuk kamu menentukan role model, gaya desainer siapa yang kamu ikuti. Sebagai pemula kamu membutuhkan panduan untuk berlatih dan menentukan parameter kemampuan.

Menduplikasi sebuah desain dari seorang profesional dengan maksud untuk belajar merupakan hal yang sah dilakukan.

Kamu bisa saja memadukan dua gaya desainer dalam satu karya, hal ini menunjukkan bahwa kamu bukan sekedar meniru tapi juga memodifikasi bahkan membuat sebuah perpaduan.

Dan yang harus diingat adalah perpaduan tersebut dilakukan dengan harmoni dan memperhatikan estetika keindahan.

6. Terlibat Dalam Komunitas

Menjadi pemula daam sebuah komunitas memang beresiko untuk dipandang sebelah mata, dianggap tidak bisa apa-apa, dan mungkin akan mendapatkan bully.

Namun belajar sendiri di rumah dengan layar monitor juga kurang sempurna untuk meningkatkan semangat kompetitif, sehingga tetap dibutuhkan interaksi sosial dengan sesama desainer grafis.

Dengan menjalin relasi dalam komunitas desain grafis, kamu bisa mengupdate pengetahuan atau informasi baru di dunia desain grafis.

Menjalin perkenalan memungkinkan kamu dilibatkan dalam project yang sudah ada, atau minimal belajar secara langsung dengan yang lebih ahli.

7. Membuat Portfolio

Portfolio adalah tentang seberapa kemampuanmu dalam menghasilkan sebuah karya. Jika kamu telah membuat beberapa karya grafis, jangan dibuang meski kamu merasa itu kurang bagus. Simpan agar kamu bisa melihat perkembangan hasil karyamu dari hari ke hari.

Jika kamu sudah lebih percaya diri untuk membagikan portfolio mu ke khalayak ramai, unggah di beberapa situs seperti dribble, kravi, dan behance.

Kamu juga bisa mengunggahnya di akun Instagram milikmu. Tambahkan beberapa hashtag yang berhubungan dengan tema gambar tersebut.

8. Membuat Akun Media Sosial

Di Era Industri 4.0 kita tidak bisa meninggalkan media sosial dalam berkegiatan, terlebih untuk membangun citra diri sebagai seorang profesional tidak terkecuali bidang desain grafis.

Optimalkan akun media sosial untuk memposting hasil karyamu, ini juga merupakan portofolio agar banyak orang yang tahu tentang keterampilanmu dan bisa jadi menghubungimu untuk sebuah project.

Sebagai pemula lazimnya belajar untuk menerima orderan dari konsumen personal, misalnya untuk membuat ilustrasi dari foto diri.

Jangan menolak rezeki, kerjakan saja apa yang bisa dikerjakan dahulu sebagai media mengasah kemampuan dan pengakuan.

Sejauh mana konsumen akan menghargai hasil karyamu dan menganggap itu layak untuk dinilai mahal. Dengan itu kamu bisa mengukur diri sudah sejauh mana progress belajar desain grafis.

9. Lakukan Hal Yang Kamu Cintai

Orang cenderung akan suka melakukan hal yang dia cintai, seniman di abad pertengahan seperti Leonardo Da Vinci juga cenderung melukis tentang tema yang dia sukai.

Begitu pula kamu sebagai desain grafis yang menggambar pada media elektronik, jika kamu menyukai tema seputar kehidupan maka fokus tentang tema itu.

Jika kamu menyukai desain grafis yang bersih, garis – garis yang seimbang dan warna yang kuat, maka kembangkan tema ini.

Atau kamu lebih tertarik pada tema langit, senja, pantai, kopi seperti yang sedang tren pada kebanyakan anak muda dengan sebutan “anak indie”.

10. Riset Font

Riset Font

Desain grafis tidak melulu tentang gambar, kita lazim menemui perpaduan antara teks dan gambar dalam sebuah karya grafis.

Oleh karena itu kamu juga harus tahu ribuan jenis font sebagai referensi untuk melakukan sebuah padu padan dalam karyamu kelak.

Tidak harus hafal semua nama font, semua itu akan mengalir dengan seberapa seringnya kamu melakukan eksplorasi desain baik itu karyamu sendiri atau karya dari orang lain.

Desainer yang baik perlu tahu juga tentang beberapa istilah seperti typeface, leading, kerning dan yang berkaitan tentang pembuatan teks yang efektif.

Baca juga: Bingung? Berikut Peluang Ide Bisnis di Era New Normal

Inti dari desain grafis adalah kreatifitas, jika ada seorang menilai negatif tentang karyamu maka percayalah bahwa tidak ada manusia di dunia ini yang bisa memuaskan semua orang. Ingat kamu ini desain grafis, bukan desain gratis.

Jika ada seorang teman yang meminta bantuan untuk desain secara cuma-cuma, tanyakan kembali kepada temanmu apakah dia bisa melakukan hal itu sendiri.

Jangan pernah menyerah dan terus mencoba, karena kita semua berhak untuk bisa. Demikian tips menjadi desain grafis yang handal tanpa harus kuliah. Semoga bermanfaat!