9 Tips Bisnis Sanggar Senam, Sehatkan Dompet Sehatkan Badan

Kesibukan kerja dari pagi sampai sore begitu terus berulang setiap hari membuat mayoritas masyarakat merasa lebih cepat lelah dan stres. Asupan makanan yang banyak mengandung zat sintetis ditambah pola hidup tidak sehat membuat peningkatan angka masyarakat yang terjangkit penyakit setiap hari semakin tinggi.

Stres dan pola hidup tidak sehat sepertinya sudah akrab dengan masyarakat. Untuk melawan stres dan penyakit, setiap orang harus rajin berolahraga.

Rajin berolahraga sudah terbukti membuat badan tetap segar, fit, dan sehat. Bagi orang-orang sibuk, berolahraga menjadi bagian penting dalam rutinitas harian.

Mereka memandang bahwa aktivitas ini dapat mengendurkan otot dan relaksasi pikiran. Selain itu, tentunya mengolah tubuh agar tetap sehat.

Ada jenis olahraga yang bisa dilakukan oleh semua orang, yaitu senam. Olahraga ini banyak jenisnya. Salah satunya adalah senam aerobik.

Sekarang banyak usaha sanggar senam yang membuka kelas dengan jenis senam atau olah tubuh lain selain aerobik, antara lain yoga, dansa salsa atau belly.

Usaha sanggar senam ini jika dikelola dengan baik dan diminati banyak orang bisa menjadi sumber uang yang baik buat kamu.

Bisnis sanggar senam ini tidak membutuhkan banyak modal seperti tempat fitness yang harus membeli aneka peralatan berat untuk mengolah otot.

Yang dibutuhkan sanggar senam adalah tempat yang luas, biasanya dikelilingi oleh cermin, audio yang bagus, peralatan ringan seperti matras senam, dumbbell, gym ball, dan handuk kecil.

1. Studio Senam

Studio Senam

Hal penting dalam membangun usaha sanggar senam adalah studio yang representatif. Studio senam yang representatif adalah yang luas agar bisa menampung banyak peserta, namun juga jangan terlalu banyak agar bisa tetap efektif.

Minimal studio bisa menampung 30 orang dengan rasio jarak 1 meter, setidaknya kamu membutuhkan studio dengan luas 10 x 10 meter.

Jika memang tidak ada tempat seluas itu, maka maksimalkan saja ruangan yang ada dengan dekorasi ala studio senam, cermin dan beberapa kursi kecil untuk beristirahat setelah lelah berolahraga.

2. Sarana Penunjang

Sarana Penunjang

Sarana penunjang sanggar senam seperti : matras, cermin dinding, speaker besar, dumbbell, skipping, hula hoop, aerobik step, almari loker, dan dispenser. Ini adalah sarana yang bisa digunakan secara bersama – sama.

Kamu bisa juga sekalian menyediakan baju dan sepatu senam, bisa dengan sistem beli atau pinjam. Ini bisa menambah keuntungan kamu dalam menjalankan bisnis sanggar senam.

3. Instruktur Senam

Instruktur Senam

Jika kamu mempunyai pengalaman dalam mengikuti latihan senam aerobik, kamu tinggal belajar sedikit untuk menyempurnakan gerakan – gerakanmu. Namun jika berangkat dari nol, baiknya kamu merekrut instruktur senam yang sudah berpengalaman.

Pastikan merekrut instruktur yang menguasai aneka gerakan senam aerobik agar nantinya peserta bisa lebih variatif mempelajari gerakan agar tidak bosan.

Gerakan senam akan lebih bagus dipadukan dengan gerakan tari salsa atau poco – poco sehingga terlihat menarik.

4. Kelas Yang Variatif

Kelas Yang Variatif

Pada umumnya sebuah sanggar senam menawarkan jenis olahraga dalam bentuk senam aerobik. Namun demikian, tak sedikit juga yang membuat beragam jenis kelas olahraga lain.

Seperti yoga, senam hip hop, poco-poco, dansa, taebo, dan sebagainya.

Nah, Anda juga bisa menggunakan metode tersebut untuk menarik pelanggan. Jadi semisal, di hari pertama senam aerobik, hari kedua senam hip-hop, dan seterusnya.

Dengan begitu, aktivitas olahraga jadi tidak membosankan.

5. Membuat Jadwal

Membuat Jadwal

Misalnya, kelas yang ada dibuat menjadi seperti di bawah ini:

Senin-Jumat : jam latihan pukul 8 pagi, 10 pagi, 4 sore, dan 7 malam

Sabtu : jam latihan pukul 8 pagi dan 4 sore

Minggu : jam latihan pukul 9 pagi

Tiap kelas dapat dibatasi maksimal hanya 20 orang sehingga tiap orang mendapat tempat cukup untuk bergerak. Pembagian kelas ini juga menentukan jenis senam yang dapat diikuti.

6. Tarif Terjangkau

Tarif Terjangkau

Untuk Anda yang masih permulaan buka bisnis sanggar senam jangan sekali-kali memasang harga mahal. Taktik tersebut nggak akan bisa bikin Anda dapat untung cepat. Sebaliknya juga meningkatkan risiko sanggar jadi sepi.

Sebab saingan Anda cukup banyak. Maka itu, pasanglah harga yang kompetitif. Bahkan kalau bisa usahakan terjangkau. Tujuannya agar bisa menjangkau berbagai kalangan, termasuk ibu-ibu rumah tangga.

Umumnya sih, tarif yang ditawarkan oleh sanggar senam berkisar Rp 100.000 perbulan, itu untuk 4-5 kali pertemuan.

Sedangkan biaya pendaftaran awal antara Rp 20.000-Rp 50.000. Harga tersebut lumayan menguntungkan loh!

Jadi semisal ada 50 pendaftar:

Biaya pendaftaran kita asumsikan 25 ribu. Maka Rp 25.000 x 50= Rp.1.250.000

Sedangkan biaya anggota Rp 100.000 x 50 = Rp 5.000.000

Nantinya perlu dipotong biaya operasional seperti listrik dan air. Estimasi sekitar Rp 500.000

Jadi total pendapatan bersih: 1.250.000 + 5 000.000 – 500.000 = Rp 5.750.000.

Baca juga : Perhatikan 4 Hal Ini Jika Membangun Bisnis Dengan Teman

7. Buatlah Kartu Keanggotaan dengan Harga Diskon

Buatlah Kartu Keanggotaan dengan Harga Diskon

Salah satu trik untuk menarik pelanggan adalah dengan membuat kartu keanggotaan. Jadi tawarkan harga diskon untuk pelanggan yang mau jadi member.

Semisal pengunjung biasa harus membayar Rp 100.000/bulan. Maka itu member berikan harga Rp 65.000-Rp 70.000.

Baca juga : Bisnis Jualan Pulsa dan Kuota Untungnya Berjuta-juta

Dengan memberikan diskon begitu, maka masyarakat juga tidak terlalu sulit membayar. Dan tentunya Anda bisa mendapatkan pelanggan tetap. Cukup menguntungkan, bukan?

8. Promosi

Promosi

Untuk promosi  dan pemasaran ada beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk memperkenalkan sanggar senam yang anda miliki, misalnya sebagai berikut :

Cara yang mudah dan praktis adalah dari mulut ke mulut.Anda dapat melakukan promosi kepada kerabat,tetangga atau teman dekat bila anda sekarang memiliki sanggar senam.

Dengan cara ini diharapkan akan ada yang mendaftar ke sanggar senam anda.

Cara lainnya yaitu melalui pamflet atau brosur, kemudian membuat spanduk di depan sanggar senam anda sehinggga dapat mudah dilihat oleh orang yang melewati sanggar senam anda.

Baca juga : Bisnis Hidroponik dari Hobi Bercocok Tanam

Selanjutnya kamu bisa menawarkan ke kantor atau ibu-ibu di perumahan dengan tiga kali kelas gratis misalnya.

9. Hambatan Bisnis

Hambatan Bisnis

Selain persiapan membuka sanggar senam, kamu juga harus memahami beberapa hambatan awal dari bisnis ini yaitu :

  • Minimnya minat masyarakat akan kesadaran menjaga kebugaran dan kesehatan menjadi faktor utama yang menghambat jalannya usaha ini. Bukan berarti bisnis ini tidak dapat sukses, tapi tantangan untuk mengedukasi masyarakat bahwa kesehatan sangat penting.
  • Adanya sanggar senam saingan. Lebih baik bila usaha sanggar senam anda tidak berdekatan dengan sanggar senam lain yang sudah lebih dulu ada.
  • Adanya perbedaan kemampuan antara satu peserta dengan peserta yang lain sehingga anda akan menemui kesulitan dalam melatihnya.
  • Tidak adanya orang yang mendaftar.Dalam hal ini kemampuan dan kreatifitas anda dalam berpromosi dan pemasaran diuji.Coba lakukan dengan cara lain bila satu cara tidak berhasil.