10 Tahapan Menjalankan Webinar Berbayar, Pelatihan Online

Webinar adalah singkatan dari web seminar, yaitu aktifitas seminar yang bisa diikuti secara online menggunakan media aplikasi.

Zoom, Google Meet, GoToWebinar, atau WebinarJam adalah beberapa aplikasi yang populer digunakan untuk mengadakan webinar.

Meski kini banyak webinar yang bisa dinikmati secara gratis, namun beberapa materi eksklusif hanya bisa dinikmati secara berbayar.

Kita pasti sering menemukan acara seminar yang dipatok dengan harga tinggi namun masih saja banyak orang yang rela membayar untuk menjadi peserta.

Dari situ kita paham bahwa yang dipikirkan oleh orang bukanlah harga, namun manfaat apa yang bisa dia peroleh.

Seperti itu pula jika kita ingin mencari uang melalui webinar, materi atau ilmu yang ingin kita bagikan ini harus memberikan dampak besar bagi yang mendengarkan.

Terlebih apabila disampaikan oleh orang yang profesional dan kompeten, maka masyarakat tidak akan ragu untuk berbondong – bondong mendaftar.

Jika tidak bisa menjual dari sisi pemateri, maka yang harus kita perkuat adalah materi itu sendiri. Bagaimana mengemas sebuah materi dengan lengkap, runtut, dan menarik.

Perkuat dengan modul materi yang dibuat secara eksklusif dan hanya dibagikan kepada pendaftar, materi ini diproteksi dan password hanya diketahui oleh penerima modul. Eksklusif bukan!!

Bagaimana Cara Merencanakan dan Membuat Webinar?

Persiapan itu tak pernah sia-sia. Justru hal itulah yang mengantarkan Anda pada kesuksesan. Begitu pula kasusnya kalau Anda ingin melakukan promosi via webinar.

Jangan sampai sesi webinar Anda berakhir memalukan. Pastikan Anda menjalankan 10 langkah di bawah sebelum menjalankan webinar.

1. Tentukan topik dan tujuan webinar

Tentukan topik dan tujuan webinar

Sebelum membahas hal yang terlalu teknis, Anda perlu pastikan topik dan tujuan membuat webinar. Dengan menentukan kedua hal ini di awal, Anda akan terbantu untuk mendesain sesi webinar dengan lebih tepat.

Setelah ketemu topik dan tujuan webinar, lanjutkan dengan menjawab dua pertanyaan selanjutnya. Pertama, siapa audiens yang Anda sasar? Lalu kedua, berapa lama sesi webinar akan berlangsung?

Jika perlu coba lakukan riset dengan menonton webinar lainnya. Sebisa mungkin, carilah webinar yang memiliki topik serupa yang ingin Anda angkat. Dengan begitu, Anda punya benchmark bagaimana seharusnya mengeksekusi webinar.

2. Buat tim untuk mempersiapkan webinar

Buat tim untuk mempersiapkan webinar

Membuat webinar sendirian adalah hal berisiko. Maka dari itu, cobalah buat tim untuk proyek webinar Anda. Tak perlu tim besar, yang penting ada orang-orang yang terbagi mengerjakan ketiga hal ini:

Koordinator.

Koordinator bertugas mengurus hal-hal di belakang layar proyek webinar. Mulai dari merencanakan topik, memilih pembicara, mendesain strategi promosi, membuka form registrasi, sampai dengan membuka acara webinar. Tak jarang, koordinator pula lah yang mewawancarai pembicara ketika sesi berlangsung.

Pembicara.

Pembicara adalah orang yang bertanggung jawab atas kualitas konten webinar. Ia harus betul-betul menguasai konten dan menyampaikannya dengan baik.

Akan lebih bagus lagi, ketika pembicara menguasai penggunaan software webinar. Tak lain agar sesi bisa berjalan dengan lancar.

Asisten.

Ada tiga peran sekaligus yang bisa dilakukan seorang (atau lebih) asisten. Pertama, asisten bisa memastikan hal teknis berjalan lancar selama webinar.

Ia bisa memberi tahu semisal suara tak terdengar atau video mati. Kedua, memberi pancingan pertanyaan dalam sesi tanya jawab. Ketiga, melakukan riset dan mencari jawaban untuk memudahkan pembicara menjawab pertanyaan.

Dengan pembagian tugas yang jelas, kecil kemungkinan Anda akan menemui blunder ketika sesi webinar berlangsung.

3. Tentukan format acara di webinar

Tentukan format acara di webinar

Setelah mendetailkan job description, kini saatnya memilih format acara webinar. Ada empat format yang umum dipakai ketika membuat acara:

Pembicara tunggal ─ Format ini menghadirkan satu pembicara saja dalam sebuah sesi. Pembicara ini bertanggung jawab memandu keseluruhan acara.

Termasuk menjawab pertanyaan dari audiens. Sekilas format ini lebih praktis sebab Anda tak perlu berkoordinasi dengan banyak orang. Akan tetapi, format ini hanya mampu menawarkan satu sudut pandang dalam bahasan.

Talkshow atau wawancara ─ Format acara ini menghadirkan satu pewawancara dan satu pembicara. Sesuatu yang menghidupkan acara sekaligus menjadikannya lebih luwes.

Dengan format macam ini, audiens dapat melihat berbagai sudut pandang dan pengalaman pembicara. Meski begitu, Anda perlu pintar-pintar berkoordinasi dengan banyak pihak agar acara lancar.

Diskusi panel ─ Format ini menghadirkan banyak pembicara dengan bantuan satu orang moderator. Ada banyak sudut pandang yang bisa dieksplor ketika Anda menggunakan format ini.

Hanya saja, Anda lagi-lagi perlu mengeluarkan tenaga ekstra untuk berkoordinasi dengan semua pihak. Belum lagi Anda harus memastikan agar pembicara tidak saling mendominasi pembicaraan.

Interaktif ─ Webinar interaktif sering kali berisi latihan bersama atau sesi tanya jawab. Format ini akan sangat efektif jika diikuti oleh peserta dalam jumlah terbatas.

Kualitas sesi webinar juga akan sangat bergantung dari pertanyaan dan interaksi peserta ketika sesi berlangsung.

Kalau Anda bermaksud menggunakan webinar sebagai media promosi, format pembicara tunggal dan talkshow adalah yang paling umum digunakan.

Kalau Anda menjadikan webinar sebagai event selebrasi atau seminar besar, maka diskusi panel atau forum interaktif bisa jadi pilihan.

4. Adakan rapat dengan tim dan pembicara

Adakan rapat dengan tim dan pembicara

Setelah menentukan format, ada baiknya untuk mengadakan rapat besar. Terutama untuk membahas hal-hal yang berhubungan dengan konten webinar.

Diskusikan ke pembicara. Pertanyaan apa saja yang baiknya dilempar dalam webinar? Berapa waktu yang dibutuhkan untuk membahas suatu topik? Lalu, tentu saja, kapan pembicara menyetor modul atau slide materi?

5. Persiapkan materi pendukung untuk webinar

Persiapkan materi pendukung untuk webinar

Langkah selanjutnya tentu mempersiapkan materi webinar. Kalau materi tersebut disiapkan pembicara, Anda tinggal menyuntingnya sedikit dan memberinya sentuhan dekorasi.

Supaya mudah ketika mendesainnya, Anda bisa gunakan salah satu digital marketing tools seperti Canva.

6. Pilih software untuk webinar

Pilih software untuk webinar

Ada begitu banyak pilihan software untuk menyelenggarakan webinar. Misalnya saja seperti Zoom, EverWebinar, Livestream, WebEx, dan lain sebagainya.

Manapun software yang Anda pilih, pastikan agar software tersebut menjawab kebutuhan Anda.

Pastikan berapa banyak peserta yang dapat diakomodasi software, fitur apa saja yang ditawarkan, apakah software menyediakan opsi simpan sesi webinar, dan harga software.

7. Persiapkan semua peralatan pendukung

Persiapkan semua peralatan pendukung

Siapkan semua peralatan yang mendukung webinar. Mulai dari ruangan yang tertutup dan kondusif, headphone dan mic, kabel colokan, dan koneksi internet yang stabil.

8. Lakukan gladi resik

Lakukan gladi resik

Bukan cuma event offline yang butuh gladi resik, webinar pun juga. Bahkan, agenda gladi resik harus dijadikan agenda wajib sebelum webinar betul-betul dilakukan.

Sebab, webinar memiliki banyak elemen teknis yang harus dipastikan agar berjalan lancar.

Periksa semua perlengkapan pendukung. Cek apakah perlengkapan berfungsi normal. Apakah headphone dan mic dapat digunakan? Apakah kabel colokan cukup panjang? Apakah laptop dan browsernya tidak crash?

9. Buat halaman pendaftaran

Buat halaman pendaftaran

Setelah semua persiapan teknis dan konten siap, lanjutkan dengan membuat halaman pendaftaran. Kalau ingin sederhana saja, Anda bisa membuat Google form di WordPress. Cara ini lebih praktis dan menghemat waktu.

10. Promosikan webinar

Promosikan webinar

Ada beberapa opsi yang bisa dilakukan untuk promosi ini yaitu membuat artikel blog yang berhubungan dengan webinar tersebut.

Yang paling ampuh jelas promosi melalui sosial media karena orang menghabiskan berjam-jam untuk membuka media sosial.

Baca juga : Ini Dia, Peluang Usaha Terbaik dan Paling Menjanjikan di Tahun Ini

Maka, promosi di sosmed tak boleh luput dari radar Anda. Pastikan semua sosmed yang Anda gunakan dipakai untuk mempromosikan webinar. Ajak teman dan kolega untuk membagikan konten promosinya. Jika perlu, pasang Facebook Ads dan Instagram Ads juga.