7 Strategi Mempertahankan Bisnis di Tengah Pandemi

Pandemi virus Covid-19 tidak hanya mengancam sektor kesehatan, namun juga mengancam krisis  ekonomi global. Berdasarkan data dari World Economic Outlook April 2020, IMF memprediksikan perekonomian dunia akan merosot hingga ke minus tiga persen sampai dengan tahun ini.

Lalu bagaimana dampaknya pada sektor bisnis dan industri? Ternyata tidak semua bisnis mengalami pertumbuhan negatif, ada pula yang mendapatkan pertumbuhan positif. Yang paling jelas terlihat adalah di sektor perlengkapan kesehatan dan makanan suplemen.

Masa pandemi merubah perilaku  konsumen yang lebih mengoptimalkan layanan pesan antar melalui berbagai platform aplikasi, hal ini memaksa beberapa sektor bisnis untuk beradaptasi.

Kuliner misalnya, sebelum pandemi sektor kuliner mengoptimalkan dekorasi tempat dengan suasana yang membuat pelanggan nyaman dan ingin selalu mengulangi momen makan di tempat tersebut.


Namun kini sektor kuliner dipaksa beradaptasi dengan mengoptimalkan rasa dan harga, karena hampir sebagian besar pembelian terjadi melalui layanan pesan antar.

Sektor lain seperti fashion misalnya, beradaptasi dengan membuat beberapa desain masker yang trendy sebagai bonus pembelian setiap item, meski hasilnya tidak terlalu signifikan namun mampu memikat hati para pembeli.

Secara umum, ada beberapa strategi yang bisa kamu lakukan untuk mempertahankan bisnis agar bisa tetap berjalan di masa pandemi seperti ini.

Baca juga: 10 Langkah Sederhana Membuat Bisnis Plan

1. Inovasi Produk Berdasarkan Kebutuhan

Menciptakan inovasi produk berdasarkan kebutuhan adalah salah satu strategi bisnis untuk bertahan di tengah pandemi. Permintaan masker kain yang meningkat selama pandemi membuat banyak pemilik bisnis dari segala bidang banting setir menciptakan produk-produk yang diperlukan masyarakat.

Pelaku bisnis makanan pun beralih menyediakan catering, hingga frozen food yang dapat disimpan sebagai stok bagi para pelanggannya.

Intinya, fleksibilitas produk adalah segalanya! Dengan memahami kebutuhan pasar yang sedang meningkat, dan berinovasi, anda akan lebih mudah mempertahankan kelangsungan bisnis di tengah pandemi ini.

2. Tetap Perhatikan Standar Kualitas Produk

Produk

Pilihan menghadirkan paket ekonomis di tengah pandemi marak dilakukan oleh berbagai pelaku usaha. Daripada itu, standar dan kualitas produk perlu diperhatikan mulai dari penggunaan bahan baku, proses produksi, pengecekkan produk, hingga packaging tetap steril dan aman sebelum dikirimkan ke konsumen. Hal Ini dilakukan agar produk tetap diterima baik oleh konsumen.

Kita harus memahami bahwa di tengah pandemi ini semua orang juga melakukan penghematan pengeluaran, artinya ketika mereka mengeluarkan uang untuk membeli sesuatu maka mereka tidak ingin mendapatkan barang yang salah.

Maka mereka cenderung membeli sesuatu yang pasti, sehingga jika kamu bisa tetap menjaga kualitas maka para pembeli akan lebih memilih membeli barangmu daripada mencoba membeli di tempat lain yang belum pasti.

3. Melakukan Penghematan

Wabah COVID-19 ditakutkan memicu krisis finansial yang lebih buruk dibandingkan krisis keuangan yang pernah terjadi sebelumnya. Penting bagi Anda menempuh langkah-langkah extraordinary supaya nafas bisnis bisa berjalan lebih lama.

Langkah wajib yang perlu Anda tempuh adalah menekan pengeluaran dengan berbagai cara supaya likuiditas bisa lebih kuat. Misalnya, menekan biaya operasional dari pos-pos rutin seperti tagihan listrik, air, dan internet.

Contoh mudah, usaha Anda di bidang food and beverages. Kebijakan work from home membuat pembelian di tempat turun drastis. Anda bisa menekan biaya operasional dengan mengoptimalkan layanan delivery order yang tidak membutuhkan kehadiran karyawan terlalu banyak.

Karena tidak melayani pembeli sit in, Anda juga tak perlu menyalakan semua lampu dan mesin pendingin udara di kedai sepanjang waktu operasional. Hemat juga biaya pemasaran dengan mengoptimalkan media sosial saja secara organik. Tunda dulu pengeluaran untuk belanja modal yang menguras dana besar.

Bila memungkinkan, lakukan negosiasi dengan suplier terkait pembayaran yang mungkin bisa diperpanjang. Pertimbangkan juga negosiasi dengan perbankan bila pembayaran cicilan utang terasa memberatkan.

4. Berdiskusi Dengan Karyawan

Berdiskusi

Krisis pandemi COVID-19 adalah masa penuh keprihatinan. Bila tidak berhati-hati, bisnis bisa gulung tikar dalam sekejab akibat tak kuat diterjang tsunami COVID-19 yang dahsyat.

Cara mempertahankan bisnis di tengah krisis corona berikutnya adalah ajak bicara karyawan-karyawan Anda untuk turut bahu membahu, saling memperkuat diri di masa yang berat ini.

Sampaikan pada karyawan tentang fokus Anda saat ini adalah mempertahankan kelangsungan usaha supaya jangan sampai bangkrut yang bisa memicu pemutusan hubungan kerja.

Supaya itu dapat dicapai, karyawan harus rela melupakan kenaikan gaji ataupun pemberian bonus seperti biasanya. Paling tidak hingga kondisi kembali normal.

5. Persiapkan Skenario Terburuk

Musibah wabah semasif pandemi COVID-19 ini jelas berpengaruh besar terhadap bisnis siapapun. Bukan hanya pasar yang mendadak lesu secara drastis seiring kebijakan physical distancing, gangguan supply chain juga mengganggu aktivitas bisnis.

Belum lagi pembatalan permintaan atau project yang sebelumnya telah disepakati seiring kejadian wabah ini. Hal itu jelas mempengaruhi nasib bisnis.

Maka itu, sebagai langkah antisipasi, buatlah business plan yang juga memuat proyeksi atau forecast atas keberlanjutan usaha Anda paling tidak hingga setahun ke depan. Misalnya, proyeksi dari sisi pendapatan usaha, tingkat pengeluaran, kelanjutan permodalan dan sebagainya.

6. Optimalkan Teknologi

E-commerce

Salah satu platform populer dalam berbisnis online adalah e-commerce. E-commerce juga menguntungkan bagi pelaku usaha, Kenapa? Karena untuk mendaftarkan diri di e-commerce, anda tidak perlu modal uang. Pengelolaan ketersediaan produk pun mudah karena sistem automasi yang ditawarkan.

Metode pembayaran pada e-commerce juga lebih terpercaya dan memudahkan konsumen karena menggunakan metode third party. Selain itu, anda juga dapat memanfaatkan berbagai fitur dan promo yang ditawarkan oleh e-commerce kepada calon konsumen anda.

Selama masa pandemi tercatat bahwa layanan pesan antar dari dua platform terkenal meningkat hampir 90%, maka jadilah bagian di dalamnya dengan memasukkan produkmu pada daftar outlet yang bekerjasama dengan mereka. Khususnya kuliner yang paling bisa dioptimalkan dengan ini.

Kondisi pandemi yang berdampak pada beralihnya bisnis melalui jalur online, membutuhkan partner yang bisa memastikan produk diterima konsumen dengan cepat dan aman.

Karenanya, layanan logistik same day delivery menjadi populer untuk memenuhi kebutuhan pelanggan sehari-hari. Selain pengiriman yang hanya membutuhkan waktu 3-6 jam, anda juga tidak perlu khawatir bila melakukan pengiriman produk yang berisiko basi maupun barang pecah belah.

Baca juga: Ingin Uang Tambahan? Berikut Tips Menjalankan Bisnis Sampingan

7. Buat Sebuah Campaign

Kampanyekan pada target pasar Anda nilai lebih yang bisa Anda berikan selama situasi krisis ini. Misalnya, Anda bergerak di jasa layanan internet. Kebutuhan masyarakat atas internet meningkat tajam selama imbauan #DiRumahAja.

Supaya tetap unggul di tengah persaingan, galakkan penawaran promo yang menarik seperti kuota khusus bagi pelajar yang belajar di rumah, dan sebagainya.

Bila bisnis Anda di segmen makanan atau minuman, pastikan Anda mengkampanyekan komitmen bisnis mendukung sanitasi.

Misalnya, para pramusaji selalu mengenakan masker dan sarung tangan untuk memastikan minuman yang dibuat steril, menyediakan hand sanitizer bagi jasa delivery yang mengambil barang pesanan, dan sebagainya.

itulah 7 Strategi Mempertahankan Bisnis di Tengah Pandemi, selain ketujuh hal yang patut kita terapkan adalah mental kita, karena jika kalian bisa melewati masa-masa sulit maka tidak menutup kemungkinan kalian akan jauh lebih sukses dari orang lain dikemudian hari.