Tren Makanan Sehat Meningkat, Intip Peluang Bisnisnya

Banyak orang berpikir bahwa gaya hidup sehat itu mahal, tapi mengobati penyakit itu lebih mahal.

Namun secara perlahan masyarakat mulai menyadari bahwa banyak kebiasaan yang tidak sehat dan harus dirubah.

Makanan cepat saji, minuman bersoda, alkohol, kurang menggerakkan badan adalah beberapa contoh hal yang tidak sehat namun banyak dilakukan oleh masyarakat kita.

Perhatian terhadap kesehatan kini meluas seiring upaya mencegah diri dari paparan virus Covid-19, setiap pagi kita menyaksikan banyak orang joging atau bersepeda.

Banyak keluarga kini lebih suka masak sendiri untuk menjamin komposisi bahan masakan, minuman bersoda mulai dikurangi karena nyatanya air putih lebih menyehatkan.

Makanan sehat menjadi tema yang kian diperbincangkan, tentang bagaimana menyajikan makanan dengan rasa yang enak, bergizi, dan meminimalisir bahan yang kurang baik bagi tubuh semisal MSG, minyak goreng berlebih, lemak susu berlebih, cabe pedas bubuk, perasa sintetis dalam makanan kemasan, kadar gula tinggi dalam produk olahan kemasan, kadar kolesterol dan lemak tinggi.

Makanan dan minuman yang tidak sehat itu bukan hanya yang berasal dari olahan pabrik misal cemilan kemasan, makanan kalengan, minuman kaleng, atau alkohol.

Bahkan makanan yang diolah secara manual juga bisa menjadi tidak sehat apabila terdapat penyedap rasa dan minyak berlebih semisal gorengan, makanan cepat saji, dan jajanan pinggir jalan.

Beberapa orang yang baru mulai beralih mengkonsumsi makanan sehat merasa kesulitan untuk memilah dan memilih bahan makanan.

Mereka juga belum terbiasa mengolah bahan makanan menjadi makanan sehat yang siap disantap sehingga butuh waktu yang lebih lama dalam memproses makanan.

Ini ditangkap sebagai peluang bisnis bagi beberapa orang dengan membuat produk olahan dengan menggunakan istilah health food atau katering sehat.

Dulu katering sehat hanya tenar di kota semacam Jakarta, Surabaya, atau Yogyakarta, namun kini kesadaran hidup sehat dengan memakan makanan sehat sudah merambah ke setiap kota dan kabupaten lainnya.

Inti dari katering sehat ini adalah menyajikan makanan dengan memperhatikan kandungan gizi di dalamnya, diproses secara manual, dan tidak menggunakan bahan yang tidak sehat untuk tubuh.

Dengan kesadaran akan pentingnya kesehatan maka akan semakin banyak masyarakat yang berminat untuk mengkonsumsi makanan sehat.

Ini adalah peluang bagi kita yang mencoba untuk berbisnis atau berpikir untuk ekspansi bisnis ke bidang makanan. Mari kita lihat apa saja peluang yang tercipta dari tren makanan sehat ini :

1. Bisnis Sayur Organik

Bisnis Sayur Organik

Makanan sehat berasal dari bahan yang sehat pula, itulah kenapa sayur organik kini menjadi tren seiring meningkatnya permintaan makanan sehat.

Sayuran yang dibudidayakan tanpa bahan kimia ini menjadi primadona di kalangan pelaku hidup sehat, menghindari bahan kimia agar tidak masuk ke tubuh kita adalah cara kita mencintai tubuh.

Ada dua cara berbisnis sayuran organik, dengan menjadi reseller atau sekaligus menjadi petani sayur organik itu sendiri.

Jika kamu tidak mau repot, reseller lebih praktis karena hanya fokus pada marketing. Target market dari sayuran organik adalah para pelaku usaha katering makanan sehat atau orang yang sudah terbiasa hidup sehat dan bisa mengolah makanannya sendiri.

Menjadi petani organik dan memasarkan hasil panen sendiri adalah cara yang dipilih oleh sebagian kecil orang mengingat membudidayakan sayuran organik butuh ketelatenan dan pengetahuan.

Namun ini akan menjadi potensi yang lebih besar apabila kamu bisa melakukannya dengan baik.

Berawal dari memasarkan hasil panen sayuran, kamu bisa memperluas segmen menjadi konsultan pertanian organik. Mengadakan pelatihan dan konsultasi offline atau online. Menarik kan?

2. Katering Makanan Sehat

Kita sudah membahas sekilas tentang katering makanan sehat yang sedang menjadi tren, kamu belum terlambat bisa kok berkecimpung di bisnis itu.

Kamu harus mempunyai pengetahuan tentang bagaimana memproses makanan sehat, tentang jumlah kalori masing-masing bahan makanan sehingga kamu bisa memberi edukasi pada konsumen berapa jumlah kalori dalam satu porsi menu katering.

Mengapa kita harus tahu jumlah kalori dalam satu menu, karena sebagian penikmat makanan sehat adalah mereka yang sedang diet dan sangat memperhatikan jumlah kalori yang masuk dalam tubuh mereka.

Sehingga kamu harus bisa meramu menu yang rendah kalori tapi mengenyangkan dalam waktu yang lama. Perbanyak sayuran yang kaya serat, protein dan rendah lemak.

Beberapa penyedia makanan sehat menggunakan kentang dan nasi merah sebagai sumber karbohidrat, menggantikan nasi putih yang memang mempunyai level kalori yang tinggi dan juga glukosa. Itulah kenapa nasi putih selain gurih juga menghasilkan rasa manis di lidah kita.

Kamu bisa mengambil banyak referensi tentang menu makanan sehat, akun instagram @ezfit.id dari Semarang dan @dietmayomurahjogja menyajikan beragam menu dengan harga yang relatif murah.

Harga yang murah memungkinkan kamu menjangkau konsumen lebih luas, mengingat mayoritas masyarakat kita berada di level ekonomi menengah.

3. Camilan Sehat

Cemilan Sehat

Apa perbedaan antara makanan dan camilan? Kan sama-sama dimakan.

Kata “makanan” cenderung merujuk pada makanan berat, nasi sayur dan lauk pauk. Sedangkan cemilan adalah makanan ringan sebagai kudapan di sela-sela melakukan aktifitas atau sedang bersantai.

Hobi ngemil ini yang menurut banyak dokter ahli gizi sebagai penyebab obesitas bagi sebagian orang. Rasa yang gurih dari camilan berasal dari kandungan minyak dan gula yang berlebih, ini tidak sehat untuk tubuh.

Dari berbagai sumber yang kami rangkum, dikatakan camilan sehat apabila mengandung rendah kalori, kaya serat dan protein.

Sebagian besar camilah sehat berbahan dasar buah, oat, granoola, atau sari gandum. Ada banyak cara mengolah camilan sehat, namun yang paling mudah adalah salad buah.

Cukup dengan mencampurkan aneka irisan buah disiram dengan yoghurt cair untuk memberikan sensasi rasa gurih, ingat gunakan yoghurt rendah kalori.

Karena beberapa produk yoghurt bertujuan untuk menambah berat badan dan cenderung memiliki kalori yang tinggi. Kalian harus pintar memilihnya.

Selain buah, beberapa pilihan bahan dasar untuk cemilan sehat adalah oat, granoola, edamame, dan kacang mete.

Yang harus kamu perhatikan adalah bahan untuk padu padan camilan harus rendah kalori, karena akan percuma jika bahan dasarnya sudah bagus tapi dipadu dengan susu tinggi lemak atau karamel dari pemanis buatan.

Satu hal yang harus kamu perhatikan adalah animo masyarakat, seberapa tinggi animo masyarakat di daerahmu tentang pola makan sehat. Seberapa banyak pemahaman mereka tentang gizi dan kalori.

Selain meraup untung, yang harus kamu lakukan juga memberikan edukasi kepada mereka tentang apa itu makanan sehat, kelebihan makanan sehat untuk diri sendiri, apa yang membedakan makanan sehat dengan makanan yang biasanya, bagaimana mengolah makanan sehat, dan bagaimana mendapatkan makanan sehat apabila tidak sempat untuk memasak.

Dengan edukasi, calon konsumen akan merasakan manfaat dari kamu. Bukan sekedar berbisnis untuk meraup untung, tapi juga berbagi ilmu.

Jangan lupa untuk memaksimalkan potensi media sosial sebagai sarana marketing dan berinteraksi dengan konsumen.

Baca juga: Bingung? Berikut Peluang Ide Bisnis di Era New Normal