Peluang Bisnis Kopi Kemasan, dan Tips Menjalankannya

Jika kamu masih berpikir bahwa bisnis kopi hanya bisa dilakukan di kedai kopi, maka kamu harus membaca artikel ini sekarang! Serta temukan peluang bisnis kopi kemasan tips menjalaninya.

Kopi kini bukan sekedar minuman penahan rasa kantuk, leih dari itu kopi ini dikategorikan sebagai kebutuhan pokok yang harus ada di setiap rumah , lebih jauh bahkan kopi merupakan gaya hidup bagai generasi millenial.

Sebagian besar masyarakat kita memilih meminum kopi unutk mengawali hari karena asupan kafeinnya yang memacu jantung untuk memompa darah lebih cepat ke seluruh tubuh sehingga badan terasa bersemangat.

Sebagian lainya meminum kopi di sore hari sebagai media relaksasi melepas penat setelah seharian bekerja.

Kini masyarakat kita sudah lebih melek tentang kopi, bahwa kopi yang baik bukanlah kopi sachet instan karena beberapa komposisinya merupakan bahan sintetis.

Kopi yang baik adalah yang berasal dari biji kopi murni tanpa bahan campuran apapun. Kini dengan mudah kita temui berbagai varian robusta dan arabika dari tempat yang berbeda – beda misalnya arabika gayo, arabika kerinci, robusta temanggung, atau robusta dampit.

Kamu bisa memilih mau membelinya dalam bentuk masih biji mentah (green bean), biji sangrai (roasted bean), atau yang sudah digiling (grounded bean) dengan beragam ukuran kemasan.

Hampir 80% masyarakat Indonesia meminum kopi sehingga bisnis kopi akan selalu memberikan peluang untuk siapapun yang berkecimpung di dalamnya.

Menghadirkan citarasa kopi di rumah seperti menikmati kopi di kafe adalah tantangan bagi pelaku bisnis kopi kemasan untuk memberikan kopi yang berkualitas pada konsumen.

Sebagian pelaku usaha kafe juga menyediakan biji kopi kemasan agar pelanggan bisa ngopi di rumah kapan saja, dan sebagian pelaku usaha hanya fokus pada penjualan kopi kemasan tanpa harus memiliki kedai.

Sebagai gambaran, kemasan roasted bean atau ground bean robusta biasanya dijual pada kisaran harga Rp. 35.000 s/d Rp. 40.000. Sedangkan jenis arabika dijual pada kisaran Rp. 50.000 – Rp. 60.000.

Dengan harga jual segitu, penjual bisa mengantongi keuntungan hingga 25%. Besarnya margin tergantung dari bagaimana kamu menekan harga pokok produksi seperti membeli biji kopi dari tangan pertama yaitu petani, bermitra dengan roastery yang bisa memberimu harga roasting yang murah, dan meminimalisir biaya promosi.

Agar kamu bisa mendapatkan margin yang maksimal tapi tetap menjual produk dengan harga yang bersaing, perhatikan beberapa tips berikut:

1. Biji Kopi Murah Berkualitas

Biji Kopi Murah Berkualitas

Dalam rantai distribusi kopi, petani hanya fokus pada merawat tanaman kopi dan pemetikan cherry.

Tidak banyak petani yang punya pengetahuan tentang bagaimana memproses pasca panen yang dalam hal ini dilakukan oleh pihak yang disebut prosesor.

Prosesor adalah pihak yang menentukan bagaimana sebaiknya buah cherry ini diproses apakah dengan metode fermentasi wine, honey, natural, full washed, atau semi washed.

Setidaknya jika kamu tidak bisa mendapatkan koneksi langsung ke petani, cari koneksi ke prosesor karena dia yang menentukan harga green bean setelah diproses.

Harga pun bervariasi tergantung metode yang digunakan, biasanya harga paling tinggi adalah proses fermentasi wine, dan harga paling rendah adalah proses semi washed.

2. Memahami Langkah Pengolahan

Setelah kamu mendapatkan green bean dengan harga yang murah apakah langsung dimasukkan dalam kemasan? Tentu tidak ferguso.

Green bean yang sudah kamu beli kemudian harus diroasting oleh roastery, pada tahap ini masing – masing roastery juga mempunyai standard masing – masing dalam melakukan proses roasting.

Setidaknya ada tiga level kematangan dalam roasting yaitu light, medium, dan dark. Bahkan dengan green bean yang sama namun diroasting dengan level kematangan yang berbeda akan menghasilkan rasa yang berbeda.

Kamu harus bermitra dengan roastery yang menurut kamu karakter roastingnya sesuai dengan selera atau karakter kopi yang akan kamu tonjolkan.

Kemudian setelah kamu mendapatkan hasil berupa roasted bean, beberapa penjual akan langsung mengemasnya dalam kemasan aluminium foil dan sebagian penjual lain memilih untuk menggilingnya dengan pertimbangan bahwa sebagian konsumen tidak mempunyai alat penggiling biji kopi di rumah. Maka akan lebih praktis untuk menjualnya dalam bentuk grounded bean.

3. Membuat Varian Khusus

Membuat Varian Khusus

Dalam pengamatan saya, beberapa penjual kopi kemasan kini memberikan variasi produk pada grounded bean dengan menambahkan bahan alami lainnya untuk memberikan sensasi rasa yang khas.

Bubuk kopi dicampur dengan gula aren bubuk, jahe bubuk, atau kayu manis bubuk merupakan beberapa variasi yang bisa menjadi daya tarik bagi konsumen untuk mencobanya.

Apapun bahan yang kamu kombinasikan dengan bubuk kopi, pastikan bahwa itu merupakan bahan alami bukan sintetis. Sertakan pula keterangan pada kemasan tentang komposisi tambahan.

Harus diingat bahwa dalam memberikan campuran harus melalui proses uji coba dan takaran yang seimbang untuk tetap menjaga kualitas rasa kopi meski disimpan dalam jangka waktu dua sampai tiga bulan.

4. Desain Kemasan

Dalam ilmu penjualan ada cara untuk meningkatkan brand image value yaitu dengan mengemas produk dalam kemasan yang menarik dan berkarakter.

Standar kopi bubuk kemasan adalah dikemas dalam aluminium foil dengan stiker bertuliskan brand kopi, varian, serta metode pemrosesan.

Informasi yang lengkap ini adalah parameter untuk konsumen bahwa kamu penjual yang profesional, karena menyajikan informasi yang rinci tentang kopi yang kamu jual.

5. Marketing Online

Marketing Online

Tidak ada yang meragukan efektifitas media sosial dan website e-commerce untuk mendongkrak hasil penjualan produkmu.

Membuat akun khusus media sosial untuk brand bisnis adalah masuk SOP wajib yang harus dilakukan oleh pelaku bisnis.

Sesekali kamu juga harus menggunakan fitur semacam Instagram Ads atau Facebook Ads untuk menjangkau calon konsumen baru. Tapi juga jangan terlalu sering karena nantinya akan membuat anggaran promosimu membengkak.

Gunakan jejaring perkawananmu untuk bantu promosi dengan menampilkan produk kopimu di feed Instagram, Instagram story atau media sosial lainnya.

Secara berkala lakukan giveaway kepada followersmu dengan syarat memberikan komentar di postingan Instagram dan mention lima kawannya. Hal ini selain untuk menambah jumlah followers juga untuk menjaga loyalitas konsumenmu.

Sebagai tambahan, kamu juga bisa memberikan edukasi tentang kopi dan cara penyajian terbaik untuk kopimu melalui channel youtube. Ini akan terasa lebih komunikatif dan memperkuat engagement dengan konsumen.

Selain lima langkah jitu diatas, beberapa hal yang harus kamu perhatikan adalah tentang tren kopi yang sedang hits, bergaul dengan komunitas kopi untuk mendapatkan update info tentang dunia kopi, sesekali berkunjung ke kedai kopi untuk mempelajari selera konsumen dan melakukan pemetaan pasar.

Kebanyakan penjual kopi kemasan menyasar konsumen yang punya pengetahuan tentang varian kopi dan tempat asalnya, namun kita harus ingat bahwa sebagian masyarakat yang berada di pinggiran kota tidak terlalu memperhatikan tentang itu.

Yang mereka butuhkan hanyalah kopi yang hitam pekat dan tambahan rasa manis dari gula. Ini merupakan pangsa pasar yang kadang terlupakan namun potensial untuk digarap dengan pendekatan marketing secara offline.

Baca juga: Bingung? Berikut Peluang Ide Bisnis di Era New Normal

Kini kamu bisa memilah dan memilih tentang produk kopi dan target pemasaran, mulailah dengan mencintai kopi karena dengan cinta maka segala yang kamu lakukan akan lebih mudah.

Itulah peluang bisnis kopi kemasan tips menjalaninya, kopi kemasan merupakan salah-satu ide bisnis yang menjanjikan di era sekarang. Selamat mencoba!