Panduan Cara Pengajuan KPR Subsidi Terbaru 2020

Wujudkan Impian Memiliki Rumah Dengan KPR. Mempunyai rumah sendiri adalah impian bagi setiap orang, khususnya jika kamu sudah berkeluarga. Meski hanya kecil dan sederhana, akan terasa menyenangkan jika menempati rumah milik sendiri. Bukan ngontrak atau numpang dengan orang tua.

Namun hal ini sering terasa menjadi beban apabila pendapatan bulanan kita tidak memungkinkan untuk membangun atau membeli rumah dengan seketika. Jangan khawatir, hari ini semua bank mempunyai fasilitas KPR, Kredit Pemilikan Rumah.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah produk pembiayaan atau pinjaman yang diberikan kepada pembeli rumah dengan skema pembiayaan sampai dengan persentase tertentu dari harga rumah atau properti.

KPR di Indonesia hingga saat ini masih disediakan oleh perbankan, meskipun sudah ada beberapa perusahaan pembiayaan (leasing) yang juga menyalurkan pembiayaan dari lembaga sekunder pembiayaan perumahan.

Namun kami menyarankan kamu untuk mengajukan KPR kepada perbankan, karena lembaga perbankan sudah jauh lebih mapan secara pengalaman dan keuangan. Pihak pengembang perumahan pun akan lebih yakin untuk menjalin kerjasama dengan bank daripada perusahaan leasing.

Setiap hal di dunia ini pasti mempunyai pro dan kontra, begitu pula dengan KPR. Banyak pendapat pro dan kontra mengenai pembelian rumah dengan cara ini.

Untuk sebagian orang, membeli rumah dengan KPR dianggap seperti memaksakan diri untuk membeli barang di luar kemampuan finansial kamu.

Namun apa betul begitu?

Bayangkan jika kamu tidak menggunakan bantuan dari KPR, kira-kira sampai usia berapa kamu bisa mempunyai rumahmu sendiri?

Maka dari itu, kami yakin manfaat positif KPR lebih besar daripada sisi negatifnya. Ada beberapa hal menurut kami mengapa KPR sangat bermanfaat bagi banyak orang khususnya yang berpenghasilan menengah ke bawah agar tetap bisa mempunyai rumah.

Biaya Awal Tidak Besar

Biaya Awal Tidak Besar
Biaya Awal Tidak Besar

Hari ini di Indonesia, harga rumah sederhana ukuran 36/40 mempunyai kisaran harga 300 – 400 juta. Tentu tidak semua orang memiliki uang siap pakai sebanyak ini.

Oleh karena itu, jika kamu ingin membeli rumah secara tunai, biaya awal yang diperlukan sangatlah besar.

Bandingkan jika Kamu menggunakan KPR.

Dengan KPR, kamu tidak memerlukan biaya awal yang sangat memberatkan kamu. Cukup dengan memenuhi seluruh persyaratan KPR dan membayar uang muka sesuai kemampuan Kamu, rumah tersebut sudah menjadi milik Kamu.

Rumah Siap Dipakai

Rumah Siap Dipakai
Rumah Siap Dipakai

Setelah seluruh persyaratan dan uang muka untuk memulai KPR selesai diproses, rumah yang kamu beli langsung bisa dipakai. Jadi kamu sudah bisa menghuni rumah itu, meski cicilan belum lunas.

Berbeda dengan membeli rumah tanpa KPR, kamu baru bisa menempati rumah yang kamu beli ketika pembayarannya sudah lunas atau ada perjanjian tertentu dengan penjual.

Legalitas Rumah Terjamin

Legalitas Rumah Terjamin
Legalitas Rumah Terjamin

Bank hanya akan memberikan fasilitas KPR kepada kamu jika pembeliannya disertai sertifikat yang sah.

Dengan hal ini, kamu tidak perlu lagi takut terkena gusur oleh pemerintah atau ditipu oleh penjualnya. Legalitas rumah kamu sangat terjamin jika kamu sudah mendapatkan fasilitas KPR dari bank.

Pengembang Properti Terpercaya

Pengembang perumahan
Pengembang Properti Terpercaya

Biasanya bank akan memberikan KPR jika kamu membeli rumah dari pengembang yang bekerjasama dengan bank tersebut.

Pengembang yang bekerjasama dengan bank pasti sudah terpercaya. Karena, bank tidak akan mau mengambil risiko merugi jika bekerjasama dengan yang tidak terpercaya.

Tugas kamu untuk memastikan reputasi pengembang sudah diambil alih oleh bank, jadi kamu tidak perlu repot-repot lagi.

Terlindungi Dari Musibah

Terlindungi Dari Musibah
Terlindungi Dari Musibah

Saat kamu melakukan pembelian menggunakan KPR, maka bank akan secara langsung memberikan asuransi properti untuk rumah Kamu. Memang ada biaya yang harus kamu bayarkan di awal.

Namun dengan memiliki asuransi ini setidaknya kamu dapat selalu merasa aman terhadap kemungkinan-kemungkinan musibah yang bisa terjadi kapan saja. Cukup sekali membayar untuk berbagai manfaat yang menguntungkan kamu.

Investasi Jangka Panjang

Investasi
Investasi Jangka Panjang

Bentuk investasi yang sangat menjanjikan saat ini adalah investasi properti. Memiliki rumah merupakan bentuk investasi yang sangat menjanjikan jika kamu membeli rumah di lokasi yang strategis.

Menggunakan KPR untuk membeli rumah sama saja dengan menabung investasi jangka panjang yang pasti menguntungkan.

Bagaimana? Apakah kamu sudah membayangkan rumah seperti apa yang kamu inginkan? Atau kamu sudah mempunyai referensi beberapa perumahan di kotamu yang ingin segera kamu hubungi?

Dalam setiap brosur perumahan, kamu pasti akan menemukan kalimat “Perumahan Subsidi” atau “Perumahan Non Subsidi”. Kalian harus jeli dengan dua kalimat tersebut dan tahu maksudnya.

Perumahan Subsidi

perumahan subsidi
Perumahan subsidi

Perumahan subsidi adalah perumahan yang dibangun oleh pengembang dan bekerjasama dengan pemerintah dalam hal pembiayaan KPR.

Menurut laman Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, bantuan dari pemerintah ini berupa dana murah jangka panjang dan subsidi perolehan rumah yang diterbitkan oleh bank pelaksana baik secara konvensional maupun dengan prinsip syariah.

Suku bunga yang diberikan adalah 5% dan itu adalah bunga tetap selama jangka waktu kredit. KPR ini juga mengharuskan adanya uang muka sebesar mulai dari 1%. Untuk jangka waktu pelunasan pinjaman KPR subsidi ini maksimal bisa sampai 20 tahun.

Perumahan dengan KPR yang dibantu oleh pemerintah ini ditujukan untuk warga negara dengan pendapatan menengah ke bawah. Ini sebagai solusi bagi sebuah keluarga untuk mewujudkan impian mempunyai rumah meski pendapatan bulanannya masih di garis rata-rata.

Karena KPR Bersubsidi merupakan program dari pemerintah, maka ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebagai proses seleksi. Hal ini dilakukan untuk mencegah subsidi yang salah sasaran seperti perasaanmu kepadanya.

Berikut adalah persyaratan untuk mengajukan KPR Subsidi :

  1. Warga Negara Indonesia yang bertempat tinggal di wilayah Indonesia
  2. Telah berusia 21 tahun atau sudah menikah
  3. Memiliki masa kerja atau usaha minimal 1 tahun
  4. Belum pernah memiliki rumah dan juga belum pernah menerima bantuan pemerintah untuk kepemilikan rumah
  5. Memiliki penghasilan maksimal Rp4 juta untuk KPR rumah Sejahtera tapak dan Rp7 juta untuk KPR rumah Sejahtera susun
  6. Memiliki NPWP dan SPT tahunan serta PPH
  7. Mengikuti ketentuan pengembang terkait penggunaan rumah

Kamu juga harus menyiapkan beberapa dokumen agar lebih meyakinkan dalam pengajuan KPR subsidi ini, yaitu :

  1. Formulir aplikasi kredit yang disertai dengan pas foto terbaru pemohon dan pasangan
  2. Fotokopi KTP pemohon dan pasangan, Kartu Keluarga, dan surat nikah atau cerai
  3. Surat keterangan penghasilan atau slip gaji terakhir, fotokopi SK untuk pegawai
  4. Surat izin usaha perdagangan tanda daftar perusahaan, dan surat keterangan domisili serta laporan keuangan bagi pemohon wiraswasta
  5. Fotocopy NPWP
  6. Fotokopi rekening koran 3 bulan terakhir
  7. Surat pernyataan belum pernah memiliki rumah
  8. Surat pernyataan belum pernah menerima bantuan untuk kepemilikan rumah dari pemerintah.

Pengajuan KPR Subsidi

Pengajuan KPR Subsidi
Pengajuan KPR Subsidi

Setelah syarat – syarat diatas sudah siap, selanjutnya kamu langsung menghubungi pihak pengembang untuk cek lokasi rumah, memilih rumah di blok sebelah mana yang sekiranya menurut kamu strategis dan cocok.

Pada tahap ini kamu wajib mengecek kondisi pengembang dalam hal legalitas seperti sertifikat tanah, surat izin mendirikan bangunan, dan juga rekam jejak pengembang yang baik.

Bila tertarik dengan rumah dan lingkungannya, hari berikutnya kamu bisa datang kembali seraya membawa dokumen-dokumen yang telah disiapkan sebelumnya.

Seluruh dokumen tersebut nantinya akan diperlukan untuk mengisi Surat Pemesanan Rumah (SPR) yang akan dipandu oleh pihak pengembang.

Selain pihak pengembang akan memandu calon pembeli untuk membuat SPR, pada tahap ini calon pembeli akan ditanya terkait kondisi finansial seperti: jenis pekerjaan pemohon dan pasangan, lama bekerja, lokasi bekerja, apakah memiliki cicilan, apakah pernah mengalami kredit macet, dan apakah sudah memiliki rumah.

Adapun semua pertanyaan itu merupakan simulasi awal yang nantinya akan ditanyakan kembali oleh pihak bank pada tahap wawancara.

Oleh sebab itu, calon pembeli disarankan harus menjawab jujur dan tidak direkayasa. Sebab, sebelum melakukan booking fee, pengembang akan melihat keseriusan dari niat calon pembeli.

Langkah selanjutnya adalah datang ke bank penyedia KPR subsidi.

Sedikitnya ada delapan bank nasional pelaksa KPR subsidi yakni;

Bank Tabungan Negara, Bank Tabungan Negara Syariah, Bank Rakyat Indonesia, Bank Rakyat Indonesia Syariah, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Artha Graha, dan Bank Mayora.

Agar proses pengajuan lebih mudah, sebaiknya pilih bank yang kamu sudah punya rekening di sana. Setelah semua data administrasi lengkap, pihak pengembang akan mendampingi calon pembeli untuk melakukan BI Checking.

Di tahap ini, BI Checking dilakukan oleh para analis bank yang akan menyelidiki rekam jejak kondisi finansial calon pembeli.

Apabila proses BI Check selesai dan calon pembeli dinyatakan aman, selanjutnya calon pembeli akan menjalankan proses kedua yaitu wawancara oleh pihak bank.

Pada tahap wawancara oleh pihak bank, calon pembeli akan ditanyai beberapa pertanyaan yang sebelumnya sempat ditanyakan oleh pihak pengembang di tahap pengisian persyaratan administrasi.

Selain itu, perlu diketahui pada dasarnya fokus penilaian oleh perbankan adalah status pekerjaan dari calon pembeli itu sendiri. Dalam ketentuan yang biasa digunakan selama ini, calon pembeli harus berstatus pekerja dengan penghasilan berkisar Rp800 ribu – Rp4 juta dan belum memiliki rumah.

Usai wawancara selesai, bank akan butuh waktu selambatnya dua minggu sampai satu bulan untuk memberi keputusan, apakah pengajuan KPR subsidi kamu ditolak atau diterima.

Perumahan Non Subsidi

Perumahan Non Subsidi
Perumahan Non Subsidi

Perumahan non subsidi artinya pengembang menjual rumah dengan harga normal dan pengajuan KPR melalui bank konvensional kepada calon pembeli tanpa melalui campur tangan pemerintah.

Hal utama yang paling membedakan antara perumahan subsidi dengan perumahan non subsidi adalah dari harga. Untuk rumah yang diambil dengan KPR subsidi harganya jauh lebih murah karena ini mendapat bantuan dana dari pemerintah dan juga tidak dikenakan PPN.

Suku bunga yang dimiliki pun lebih rendah sehingga cicilan rumah subsidi juga tetap karena bunganya adalah bunga flat.

Berbeda dengan rumah yang diambil dengan KPR non-subsidi harganya bisa jauh lebih mahal dari rumah dengan KPR subsidi. Suku bunganya pun lebih tinggi karena tidak mendapatkan dukungan dana dari pemerintah.

Satu lagi perbedaan mencolok adalah dari ukuran rumah. Biasanya untuk rumah bersubsidi hanya memiliki ukuran luas maksimal 36 m2 atau type 36. Sedangkan untuk rumah dengan KPR non-subsidi ukuran luas maksimal bisa lebih dari 36 m2, bisa saja ukuran 40, 58, atau 72.

Jika kamu memang mempunyai cukup dana, maka KPR non subsidi adalah jalan cepat untuk segera mendapatkan rumah impian. Untuk mengajukan KPR non subsidi, kamu harus tahu beberapa syarat pengajuan yaitu :

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Berusia minimal 18 tahun atau sudah menikah
  3. Memiliki status karyawan, pengusaha atau profesional
  4. Untuk karyawan minimal sudah bekerja 1 tahun dan berpengalaman kerja minimal 2 tahun
  5. Untuk pengusaha dan profesional usaha atau kegiatan paling tidak Sudah 2 tahun pada bidang yang sama
  6. Saat kredit lunas maximum untuk karyawan harus berusia 55 tahun dan pengusaha atau profesional 65 tahun

Setelah persyaratan terpenuhi kemudian kamu berbincang dengan pihak pengembang mengenai pengajuan KPR non subsidi, kamu akan menemukan sebuah istilah yaitu suku bunga.

Jenis suku bunga yang diberikan untuk KPR non subsidi ini dibagi menjadi dua. Yang pertama adalah bunga tetap atau fixed rate dan yang kedua adalah bunga mengambang atau floating rate.

Bunga tetap atau fixed rate adalah bunga yang tidak akan berubah untuk masa periode yang telah ditentukan. Jika kredit di pasaran berubah tetapi kamu masih dalam pembayaran yang memberlakukan bunga tetap maka cicilan kamu tetap dan tidak akan berubah.

Bunga mengambang atau floating rate adalah bunga yang selalu mengikuti perubahan suku bunga kredit di pasaran. Jika suku bunga di pasaran naik maka cicilan mu juga akan bertambah sebaliknya bila bunga di pasaran sedang turun maka otomatis di jalan kamu juga ikut turun.

Persyaratan sudah terpenuhi, suku bunga sudah KPR sudah kamu pahami, berikutnya adalah mengenai rumah. Diatas kita sempat singgung perbedaan rumah antara KPR non subsidi dengan KPR subsidi.

Selain harga dan ukuran, masih ada beberapa aspek lain yang membedakan antara rumah dengan KPR non subsidi dan KPR subsidi. Untuk penjelasannya bisa kamu lihat di bawah ini.

Spesifikasi

Spesifikasi rumah
Spesifikasi

Karena rumah dengan KPR non subsidi harganya lebih mahal, tentu pihak pengembang menggunakan bahan yang berkualitas tinggi untuk membangun rumah idamanmu. Modelnya juga lebih variatif karena sasaran marketnya adalah orang dengan penghasilan menengah ke atas.

Ini berbeda dengan rumah KPR subsidi yang biasanya mempunyai model sederhana agar tidak menghabiskan banyak bahan baku. Ini dilakukan untuk menekan anggaran pembangunan.

Spesifikasi bahan yang digunakan pun standar sekali, meskipun tidak bisa dibuat dengan asal-asalan karena pemerintah mempunyai standar untuk rumah layak huni, yaitu :

  1. Pondasi batako
  2. Rangka atap kayu
  3. Tanpa plafon
  4. Lantai semen
  5. Kloset jongkok
  6. Carport tanah
  7. Daun pintu double triplek
  8. Kusen pintu dan jendela kayu murah
  9. Cat hanya dibagian depan rumah

Fasilitas

Fasilitas rumah
Fasilitas

Rumah dengan KPR non-subsidi tentunya mendapatkan fasilitas yang jauh lebih baik daripada rumah yang bersubsidi ini dikarenakan bunga yang tinggi bangunan rumah nya juga lebih besar dan biasanya sudah ada dapur.

Berbeda dengan rumah subsidi biasanya hanya dilengkapi dengan kamar tidur kamar mandi dan ruang tamu. Untuk mempunyai dapur, kamu harus menambah dengan biaya sendiri.

Lokasi

lokasi
Lokasi

Untuk lokasi rumah KPR non subsidi dan KPR subsidi juga sangat berbeda. Banyak pengembang yang membangun rumah dengan KPR non-subsidi dekat dengan fasilitas umum atau berada di lokasi yang strategis.

Lain halnya dengan rumah dengan KPR subsidi biasanya malah berada di pinggiran kota dan jauh dari fasilitas umum atau bahkan pusat kota.

Meski begitu sekarang para pengembang mulai membangun rumah subsidi yang nantinya akan menjadi bagian dari sebuah kota yang baru yang sedang dikembangkan. Rumah subsidi itu bisa dekat dengan fasilitas umum atau berada di lokasi yang strategis seperti rumah non subsidi.

Renovasi

Renovasi
Renovasi

Bentuk rumah KPR non subsidi tentu kamu akan lebih leluasa untuk melakukan renovasi di masa depan. Namun untuk rumah KPR subsidi biasanya memiliki aturan bahwa renovasi bisa dilakukan setelah 2 tahun pertama.

Kiat Mengajukan KPR

kpr rumah
Kiat Mengajukan KPR

Ada satu hal yang harus kalian tahu, entah itu pengajuan KPR subsidi atau KPR non subsidi bisa saja ditolak. Loh kok bisa?

Mungkin kalau KPR subsidi tahap penyaringannya lebih ketat, karena itu wajar jika ada beberapa orang yang tidak lolos. Mungkin karena dianggap golongan yang masih mampu mempunyai rumah tanpa harus disubsidi.

Lha kalau KPR non subsidi, yang sudah jelas 100% menggunakan uang kita tanpa dibantu oleh pemerintah. Kok bisa-bisanya ditolak oleh bank? Apakah bank tidak percaya dengan keuangan kita?

Perbankan tidak serta merta dengan mudah meloloskan pengajuan bahkan pengajuan KPR non subsidi.

Dalam hal ini pihak bank harus dengan sangat detail memeriksa dan memperkirakan kemampuan kamu untuk membayar cicilan setiap bulan dan memperhitungkan masa kerja kamu atau istrimu.

Jadi meskipun kamu mengajukan KPR non subsidi, kamu juga harus mempersiapkan dengan matang beberapa hal berikut :

Dokumen Persyaratan

Dokumen Persyaratan
Dokumen Persyaratan

Selain dokumen yang lengkap, juga harus benar. Jangan ada manipulasi. Khususnya pada poin kemampuan finansial. Jangan menaikkan angka pendapatan agar kamu dianggap mampu untuk mencicil rumah mewah seharga 1 milyar misalnya.

Sebaiknya hindari manipulasi, karena pada akhirnya malah akan menyusahkan dirimu sendiri. Maka kamu harus bisa mengukur sendiri seberapa besar kemampuan keuangan kamu dan istrimu untuk mengambil jenis rumah dengan ukuran dan harga yang sepadan.

Performa Keuangan

Ancaman bisnis yang sudah mapan
Ancaman bisnis yang sudah mapan

Performa ini lebih dari sekedar berapa gaji kamu, tapi berapa pengeluaran kamu. Khususnya pada kartu kredit atau catatan hutang pada bank lain.

Karena pihak bank tidak mau ada kasus gagal bayar maka mereka melakukan dengan cermat apakah kamu mempunyai catatan hutang di bank atau lembaga keuangan lain, ini yang disebut BI checking.

Termasuk juga memeriksa apakah pernah punya masalah pada hutang sebelumnya.

Apakah kamu membayar dengan rutin atau pernah mempunyai kasus semacam telat bayar hingga jatuh tempo. Ini akan jadi pertimbangan bank pemberi KPR.

Sebelum kamu mengajukan KPR, saya menyarankan agar kamu melunasi semua hutang sebelumnya di bank. Karena jika kamu masih mempunyai hutang yang belum dilunasi, jangan harap KPR akan disetujui.

Mengukur Kemampuan Diri

Biaya
Mengukur Kemampuan Diri

Salah satu kebijakan baru dari Bank Indonesia adalah down payment atau uang muka untuk pembelian rumah, tidak dibiayai oleh bank.

Jadi, setiap pemohon KPR harus menyiapkan dana untuk pembayaran uang muka, yakni sekitar 30 persen dari harga jual.

Begitu juga dengan kemampuan membayar cicilan KPR. Besarnya cicilan ditentukan berdasarkan total kredit, uang muka, jangka waktu kredit dan rasio penghasilan rutin per bulan.

Rasio rata-rata yang ditetapkan bank berkisar antara 30 persen. Artinya, total semua tanggungan kredit Anda meliputi KPR, cicilan dan kewajiban lainnya, harus berada di bawah angka tersebut.

Lokasi Rumah

lokasi bisnis
Lokasi Rumah

Sebenarnya ini adalah langkah pertama yang harus kamu lakukan sebelum mengajukan KPR. Lokasi rumah yang ingin kamu beli, sangat menentukan persetujuan bank.

Biasanya, bank akan menolak segala cara mengajukan KPR jika lokasi properti tidak dapat dilewati mobil dengan lebar yang kurang dari dua kendaraan roda empat tersebut.

Pengajuan KPR juga kemungkinan besar akan ditolak jika lokasi rumah berada di dekat area pemakaman.

Memilih Bank

Memilih Bank

Banyak pihak yang menyarankan untuk mengajukan KPR ke bank yang juga kamu mempunyai rekening disana. Artinya kamu bukan customer baru untuk bank tersebut dan akan lebih diperhitungkan.

Namun jika kamu ingin mencoba mengajukan ke bank yang lain juga tidak ada salahnya. Beberapa calon pembeli malah melakukan pengajuan KPR pada lebih dari satu bank.

Biasanya, pemohon akan mengajukan KPR setidakny dia tiga tempat berbeda. Di sini kami menyarankan untuk mencoba bank-bank baru, bank syariah, atau bank swasta.

Biasanya bank-bank ini menawarkan bunga yang terjangkau serta proses relatif mudah. Akan tetapi, kamu perlu menyadari bahwa jika Anda mengajukan KPR ke lebih dari satu bank maka kamu akan kehilangan sejumlah uang sebagai biaya appraisal rumah atau survey.

Penutup

Itulah penjelasan singkat mulai dari perbedaan antara KPR subsidi dan non-subsidi hingga perbedaan rumah yang diambil dengan KPR subsidi dan non-subsidi. Semoga dengan tulisan ini bisa membantu kamu untuk memutuskan akan membeli rumah dengan cara KPR subsidi atau non subsidi. Sesuaikan keinginan untuk membeli rumah dengan keadaan finansial kamu ya. Dan jadikanlah rumahmu tempat ternyaman untuk kamu dan keluarga.