Bisnis Warung Burjo, Warung Sejuta Umat

Kamu pasti gak asing sama warung burjo, yang sebenarnya tidak hanya jualan burjo alias bubur kacang ijo, tetapi juga ada gorengan, indomie, nasi telor, dan yang pasti ada es teh.

Di beberapa tempat warung burjo dikenal dengan nama Warmindo alias warung makan indomie, bukan supermi atau mi sedap ya. Hehe.

Warung burjo merupakan destinasi favorit untuk anak kos atau pekerja biasa dengan gaji pas-pasan untuk memenuhi hajat hidup sehari-hari, bisa dibilang warung burjo ini warung sejuta umat.

Dan umatnya ini bisa berasal dari berbagai aliran kelompok yang bisa duduk dengan rukun menunggu antrian indomie rebus.

Warung burjo tidak perlu banyak gimik promosi seperti memberi cashback ke pelanggan, membayar facebook ads atau instagram ads, apalagi sampai membayar influencer.

Cukup dengan menyajikan menu default burjo ditambah dengan beberapa menu inovasi yang mudah dibuat dan yang pasti harganya harus sesuai dengan kantong anak kos dan karyawan pabrik.

Mengapa warung burjo nampak potensial? Walau kelihatannya nampak seperti usaha yang sederhana, Anda bisa belajar wirausaha dengan modal kecil lewat mengelola warung burjo. Ada beberapa keuntungan dari memulai bisnis ini, seperti:

  • Memiliki pangsa pasar yang jelas dan berpotensi loyal, misalnya pelajar, mahasiswa dan kaum pekerja, karena menjual makanan yang murah namun digemari.
  • Margin keuntungan lumayan bahkan tinggi untuk ukuran usaha modal kecil.
  • Bisa menjalankan usaha dengan relatif mudah karena bahan bakunya tidak sulit diperoleh.
  • Usaha bisa dibuka di mana saja, termasuk di depan rumah sendiri atau di dalam bangunan semi permanen. Untuk awal, Anda bahkan bisa menyediakan tempat semi terbuka di depan rumah dengan meja, kursi, tempat memasak, rak dan spanduk.
  • Mudah mengembangkan variasi makanan yang dijajakan serta menjalin kerjasama. Misalnya, Anda bisa bekerjasama dengan tukang gorengan atau penjual kerupuk untuk menjual produk mereka di tempat Anda, memberi lebih banyak pilihan untuk pengunjung sekaligus mendapat keuntungan tambahan. Atau, Anda bisa menjalankan warung burjo dan kios minuman waralaba bersama teman atau keluarga.

Baca juga: Melirik Peluang Usaha di Desa yang Menjanjikan

Peluang usaha warung burjo memang memberikan penawaran yang cukup menggiurkan. Berdasarkan data yang diambil dari seorang narasumber pelaku bisnis warung burjo , dalam sehari ia mampu mengantongi hingga Rp. 700.000 perharinya.

Bayangkan, jika dalam sehari anda dapat mengantongi Rp. 700.000 berapa yang bisa anda dapatkan dalam sebulan? Itu masih belum termasuk penjualan rokok dan kopi tentunya.

Bagaimana, cukup menarik bukan? Akan lebih tinggi lagi jika anda membuka usaha ini di tempat-tempat yang ramai orang macam dekat dengan tempat ngetem angkot atau sekolahan.

Bagi anda yang tertarik untuk membuka warung burjo anda bisa menawarkan menu yang beragam, seperti olahan mie instant (mie dok-dok, omelete, dll), nasi telur, nasi goreng, nasi sarden, kopi, es jeruk dan segala yang dapat dibuat dalam waktu cepat karena bak resto fastfood, kecepatan juga jadi hal yang diperhitungkan disini.

Keuntungan lainnya dari usaha ini adalah selain menawarkan makanan-minuman yang mudah dibuat, apalagi jika anda membuka usaha ini di dekat-dekat pabrik, atau tempat kerja yang memiliki penghasilan sedikit sehingga berpotensi mendapatkan konsumen yang lebih banyak.

Akan lebih bagus lagi jika dibuka di dekat universitas atau sekolah. Namun jika anda hendak membuka peluang usaha ini di desa anda pun tidak perlu khawatir karena orang datang ke warung burjo biasanya tidak hanya untuk makan dan minum, pun untuk bersosialisasi dan nongkrong, jadi jika anda berkeinginan untuk mencoba warung burjo, langsung saja coba realisasikan.

Menentukan Lokasi

Lokasi Strategis

Anda bisa memilih antara membuka warung tersebut di area kosong depan rumah anda, atau menyewa sebuah tempat khusus untuk mendirikan warung.

Jika anda memiliki tempat sendiri di rumah, dan jika lokasi rumah anda cukup strategis, berarti anda cukup mengeluarkan modal untuk alat memasak, meja-kursi, spanduk dan sebagainya (termasuk warung semi permanen sendiri jika dibutuhkan).

Akan tetapi, jika mencari lokasi lain, anda harus siap mengeluarkan uang ekstra untuk investasi tempat berjualan.

Peralatan yang Dibutuhkan

Selain bangunan warungnya sendiri plus spanduk, anda harus menyediakan barang-barang seperti beberapa meja dan kursi, piring, gelas, sendok, garpu, mangkuk, kompor, wajan, panci dan sebagainya.

Untuk bahan bakunya, anda terutama harus menyediakan air bersih, Indomie rebus dan goreng, telor, sayur sawi, gula, minuman teh dan kopi atau variasi minuman lain sesuai anggaran serta pertimbangan anda. Untuk tambahan menu, anda cukup menyediakan variasi yang tidak terlalu berat seperti mendoan, tahu isi atau mungkin bubur kacang hijau di pagi hari.

Menyiapkan Modal

Modal yang dibutuhkan tergantung seberapa banyak menu yang kamu siapkan. Sekarang kita akan coba melakukan simulasi pada satu menu, yaitu indomie telur. Untuk menyiapkan menu Indomie telor tidak mencapai 3 juta rupiah. Berikut adalah perkiraan sederhana modal yang dibutuhkan untuk membuat satu produk di warung kamu :

• Bahan baku (Indomie, telor, sawi dan sebagainya): Rp 500,000,-

• Barang tetap (piring, mangkok, meja, kursi, sendok dan lain-lain): Rp 1,500,000,-

• Total: Rp 2,000,000,-

Berikut juga adalah perkiraan pengeluaran sebulan:

• Listrik dan transportasi: Rp 500,000,-

• Belanja bahan baku harian: Rp 150,000,-x30 hari = Rp 4,500,000,-

• Total: Rp 5,000,000,-

Sekarang asumsikan satu mangkok mie anda jual dengan harga 5 ribu rupiah, dan satu hari anda menjual sekitar 50 mangkok, jadi perkiraan keuntungan per bulan adalan 30 hari dikali 50 dikali Rp 5000,- = Rp 7,500,000,-. Jadi, keuntungan per bulan anda dipotong uang belanja adalah sekitar Rp 2,500,000,-.

Ini baru dari jualan indomie, belum dari penjualan bubur kacang ijo, es teh, kopi sachet, gorengan, dan nasi telor. Hitungan diatas tidak menyertakan biaya sewa tempat, karena tempat merupakan variabel yang relatif. Bisa saja kamu menggunakan tempat milikmu sendiri sehingga tidak ada biaya sewa disitu.

Baca juga: Ini Dia Peluang Ide Bisnis Menjanjikan Tahun 2020

Promosi

Promosi sangat penting dalam memulai usaha jual warung Indomie telor, namun anda tidak perlu berinvestasi lebih pada dekorasi dan sebagainya.

Hal ini karena kebanyakan pengunjung warung semacam ini memang hanya bertujuan untuk makan dan mengobrol santai, jadi pengunjungnya biasanya tidak terlalu memikirkan dekorasi (yang penting bersih).

Jadi, promosi warung seperti ini juga tidak terlalu sulit. Anda bisa memanfaatkan spanduk yang cukup menyolok (bisa dengan latar belakang cerah dan huruf besar-besar), atau melakukan promosi mulut ke mulut kepada teman, tetangga dan keluarga.