Bisnis Hidroponik dari Hobi Bercocok Tanam

Jika kamu merasa selama pandemi ini mempunyai hobi baru yaitu bertanam, kamu tidak sendirian. Kini banyak orang yang menekuni dunia bertanam, entah memang karena hobi atau mengikuti tren menanam selama pandemi ini. Kini waktunya kamu merubah hobi bertanam menjadi kesempatan bisnis yang menghasilkan cuan, bukan hanya sayuran.

Kita tahu bahwa beberapa bulan semenjak pandemi, banyak orang mulai menyadari pentingnya makan makanan sehat, dan bagaimana memastikan bahwa makanan yang kita makan adalah makanan sehat?

Maka kita harus tahu darimana sumber bahan makanan tersebut. Sehingga banyak orang kemudian menekuni dunia menanam, khususnya menanam sayuran dengan metode hidroponik.

Hidroponik atau disebut juga sebagai soilless culture merupakan kegiatan bidang pertanian berupa pembudidayaan tanaman baik sayuran maupun tanaman buah dengan memanfaatkan air sebagai media utama dan tanpa menggunakan tanah.

Beberapa media lainnya yang menjadi penunjang tanaman hidroponik adalah rockwoll, arang sekam, sabut kelapa, busa / spons, pasir, kerikil, batu apung, dan dedaunan kering.

Dikarenakan tanaman tidak menggunakan tanah, maka akar tanaman akan menyerap nutrisi dari air itu sendiri. Untuk itu kebutuhan nutrisi dan pupuk harus selalu terjaga agar pertumbuh kembangan tanaman selalu bagus.

Baca Juga : Bisnis Jualan Pulsa dan Kuota Untungnya Berjuta-juta

Budidaya secara hidroponik sangat cocok untuk daerah dengan kondisi pengairan yang kurang bagus, karena kebutuhan air hanya kurang dari 10% bila dibandingkan dengan budidaya konvensional menggunakan tanah.

Bisnis Hidroponik dari Hobi Baercocok Tanam

Budidaya hidroponik memiliki keunggulan daripada budidaya dengan media konvensional yaitu:

  • Tidak butuh lahan yang besar
  • Tidak memerlukan tanah
  • Kebutuhan pupuk dan nutrisi lebih sedikit
  • Kebutuhan air lebih sedikit
  • Bisa dipadukan dengan ternak ikan
  • Sayuran lebih bersih dan sterril
  • Tidak membutuhkan banyak perawatan
  • Tidak tumbuh gulma
  • Hasil panen lebih banyak
  • Pemanenan lebih mudah

Namun tidak semua jenis sayuran hidroponik laku di pasaran. Kita wajib mempertimbangkan terlebih dahulu mana saja jenis sayuran yang laris untuk dijual di daerah kita dan mana yang tidak.

Biasanya sayuran yang laris adalah yang paling banyak digunakan untuk industri makanan, seperti warung makan dan restoran. Karena sektor inilah yang paling banyak kebutuhannya.

Beberapa diantaranya adalah sawi, bayam hijau, bayam merah, kangkung, caysin, pakchoy, selada hijau, selada keriting, cabai, bawang daun, seledri dan tomat.

Jenis sayuran yang diinginkan pasar pun berbeda, untuk rumah makan tertentu biasanya membutuhkan lebih banyak sayur jenis baby, yaitu yang masih sangat muda. Misalnya baby pakchoy, baby bayam merah, dan baby sawi.

Harga hasil panen sayuran hidroponik pun lebih tinggi daripada harga sayuran biasa, karena dia dirawat dengan teliti dan non pestisida.

tanaman sayur hidroponik

Maka tingkat alamiahnya bisa mencapai 99%, sehingga banyak para pembudidaya tanaman hidroponik dengan skala menengah bisa mengantongi minimal tiga hingga lima juta setiap bulannya.

Dengan harga jual di atas rata-rata, bisa dibayangkan bukan berapa banyak keuntungan yang bisa didapatkan para petani sayuran hidroponik?

Baca juga : Perhatikan 4 Hal Ini Jika Membangun Bisnis Dengan Teman

Selain keuntungannya yang sangat menjanjikan, sistem bercocok tanam hidroponik juga mudah untuk dijalankan.

Salah satu kemudahan yang didapatkan petani yaitu lebih mudah mengontrol nutrisi yang diperlukan setiap jenis tanaman. Sementara jika menggunakan tanah, nutrisi tidak bisa dideteksi.

Melihat cara bercocok tanam hidroponik yang relatif mudah dengan modal yang cukup murah, kedepan sistem pertanian modern ini diharapkan bisa menjadi salah satu solusi bagi para petani ketika lahan bercocok tanam di indonesia semakin sempit.

Tidak ada alasan untuk tidak dapat bercocok tanam di lingkungan yang lahannya sempit dan padat penduduk sekalipun.

Di era modern seperti sekarang ini dimana semakin canggihnya teknologi dan cerdasnya manusia memanfaatkan keterbatasan, kini bertanam tak lagi harus menggunakan tanah.

Salah satu sistem bercocoktanam yang dapat dilakukan di lingkungan dengan lahan sempit adalah sistem bertanaman dengan hidroponik.

Pada dasarnya ada dua jenis sistem yang dipakai dalam sistem tanam hidroponik, yaitu sistem aeroponik dan nutrient film technique (nft) atau teknik lapisan tipis nutrisi.

Baca juga : 5 Bisnis Kuliner Paling Cocok di Pagi Hari

Umumnya sistem aeroponik hanya digunakan untuk penelitian dan produksi komersial khusus, ini dikarenakan sistem bercocok tanamnya yang cukup rumit. Pada sistem aeroponik, akar tanaman sengaja dibuat menggantung di udara kemudian diembuni dengan larutan bernutrisi.

Sedangkan sistem tanam nft bisa dikatakan lebih produktif karena cara bercocok tanamnya lebih mudah dan tidak serumit aeroponik.

Pada sistem ini, sistem tanam bergantung pada kerja pompa air dan aliran listriknya. Bila kedua komponen tersebut terganggu maka akan mengakibatkan aliran nutrisi kedalam tanaman juga ikut terganggu.

Setelah memahami sistem hidroponik, kini giliran kamu memulai bisnis hidroponik ini dari skala rumahan atau pun langsung mengembangkannya menjadi skala industri.

Namun bagi pemula sebaiknya memulai bisnis ini dari skala rumah tangga dan hasil panen sayuran hidroponik bisa dipasarkan ke warung atau pasar tradisional yang ada disekitar kamu.

Apabila kita benar-benar ingin terjun ke bisnis hidroponik sebagai bisnis riil,maka ada beberapa hal yang harus kita persiapkan.

Utamanya tentu mempersiapkan perlengkapan media tanam. Kami menganjurkan untuk menyediakan media tanam dengan skala menengah agar waktu yang digunakan efektif dan bisa menghasilkan keuntungan yang lumayan dalam panen pertama.

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk memulai bisnis hidroponik :

  • Pahami arti dan konsep budidaya hidroponik.
  • Tentukan jenis tanaman yang akan ditanam, misalnya sayuran, buah atau bunga.
  • Cari tahu jenis alat hidroponik mana yang paling sesuai, artinya efektik dan efisien jika kamu lakukan.
  • Mulai menyiapkan alat dan bahan untuk memulai hidroponik.
  • Gunakan peralatan yang paling sederhana, paling mudah, dan tentu paling murah.
  • Mulai pembibitan atau semai, cara semai menggunakan media rockwool.
  • Membeli nutrisi hidroponik dan perhatikan cara pemakaiannya.
  • Setelah semua lengkap, langsung praktekkan dengan cara yang paling mudah, paling sederhana, dan paling murah.
  • Selanjutnya pelihara tanaman kamu sampai panen.

Lalu jika tanaman sudah siap panen, bagaimana proses pemasarannya?

Karena kualitas sayuran yang dihasilkan dari metode hidroponik adalah premium, maka sebaiknya target pasar yang dibidik adalah kalangan masyarakat menengah ke atas.

Dan untuk menjangkau kalangan tersebut, salah satu strategi pemasaran yang dilakukan yaitu menggandeng beberapa pasar modern, hotel berbintang, restoran, dan pelaku industri katering untuk menjadi supplier tetap mereka.

Biasanya untuk menjalin kerjasama dengan hotel maupun pasar moden, yang dibutuhkan hanyalah sampel produk sayur yang masih fresh dan proposal penawaran kerjasama.

Langkah kedua yang bisa kamu lakukan yaitu memperkenalkan kebun hidroponik yang kamu miliki sebagai tempat agrowisata.

Strategi promosi ini ternyata cukup efektif, karena para peserta tidak hanya bisa memetik secara langsung sayuran hidroponik yang akan mereka beli namun kamu juga bisa memanfaatkan keindahan kebun hidroponik sebagai daya tarik tersendiri bagi konsumen.

Sebagai tambahan daya tarik bagi konsumen, kamu juga bisa membuka kelas pelatihan bagi para pemula yang ingin menekuni bisnis serupa. Dengan begitu, ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari peluang bisnis hidroponik.