Begini! 7 Langkah Memulai Bisnis di Tengah Krisis

Memulai sebuah bisnis meski hanya skala kecil merupakan kerja keras, apalagi dalam kondisi ekonomi yang sulit dan krisis seperti ini.

Dengan kondisi ekonomi global yang kurang bagus, pasar kredit akan sangat ketat sehingga sulit mendapatkan pembiayaan. Berikut enam cara memulai bisnis kecil yang dilakukan saat kondisi ekonomi sedang krisis.

Penting bagi Kamu (calon) pemilik usaha kecil dan menengah untuk membuat rencana bisnis (business plan) dengan baik dan terarah. Kamu sebaiknya membuat proyeksi kas yang terukur sehingga setiap rupiah akan tepat sasaran.

Berapa banyak uang dibutuhkan untuk dimasukkan ke dalam bisnis, seberapa besar biaya yang dikeluarkan untuk operasional bisnis, apa yang harus dilakukan untuk merealisasikan keuntungan, dan pertanyaan lain harus dapat dijawab di perencanaan bisnis tersebut.

Jika Kamu sedang mencari alternatif untuk dapat survive membangun bisnis di kondisi ekonomi yang sulit, berikut 7 cara memulai bisnis kecil yang bisa kamu lakukan.

1. Bangun Rencana

Kamu membutuhkan sebuah rencana sebelum menjadikan ide bisnis menjadi kenyataan. Sebuah ide yang tidak dilengkapi dengan perencanaan matang bisa berujung kegagalan.

Ada beberapa tipe perencanaan bisnis untuk tipe bisnis yang berbeda pula.

Contohnya, perencanaan bisnis tradisional dibutuhkan jika Kamu terkendala biaya dan membutuhkan dukungan keuangan dari investor atau lembaga keuangan.

Perencanaan bisnis tipe tradisional biasanya sangat terperinci dan memiliki bagian-bagian yang menjelaskan bisnis dengan baik sehingga pihak debitur bisa mempertimbangkan untuk mendukung ide bisnis Kamu.

Jika Kamu tidak membutuhkan dukungan keuangan, Kamu bisa membuat perencanaan bisnis yang lebih sederhana. Namun tetap harus ada!

Dengan demikian, bisnis yang ingin dicapai akan lebih jelas, berikut bagaimana langkah yang harus diambil untuk mencapai tujuan tersebut.

Baca juga: Suka Seni? Inilah Ide Bisnis Bidang Seni yang Bisa Menghasilkan Omzet

2. Mencari Pembiayaan

Mencari pembiayaan

Sebelum pinjaman diajukan, sebaiknya mintalah pendapat dari kawan atau orang yang sudah berpengalaman untuk meninjau rencana bisnis yang kamu buat dan pastikan tidak mengabaikan hal-hal penting atau asumsi yang tidak akurat.

Selain memperoleh pembiayaan untuk usaha yang akan kamu jalankan, buatlah juga rencana keuangan cadangan untuk bisnis dan keuangan pribadi kamu apabila gagal mencapai proyeksi pendapatan awal.

Kamu juga harus membangun cadangan kas pribadi sehingga memiliki cukup dana untuk dapat hidup selama 6-12 bulan ke depan. Anggarkan dengan hati-hati untuk memastikan Kamu dapat melakukan pembayaran item-item penting, seperti cicilan, sewa, hutang, dll.

Oleh karena itu, periksa saldo bank pribadimu untuk memastikan siap memulai usaha baru.

3. Memasarkan dengan cerdas

Poin penting cara memulai bisnis kecil baru di saat ekonomi sedang menurun dibutuhkan kreativitas dan kecerdikan. Marketing merupakan aspek penting agar bisnis kamu bisa maju dan menang dari kompetitor.

Optimalkan rencana bisnis dengan menyempurnakan komponen pemasaran / marketing tersebut. Daftar pertanyaan berikut perlu dijawab dalam rencana bisnis kamu:

  • Produk / jasa apa yang sebenarnya akan dijual?
  • Siapa pelanggan yang menjadi target bisnis kamu?
  • Bagaimana cara kamu untuk memberikan harga produk / jasa?
  • Apa rencana kamu untuk mempromosikan bisnis tersebut?

Ada peluang yang lebih baik untuk berhasil dengan memikirkan niche market tertentu. Perkecil basis target pelanggan kamu untuk mendapatkan segmen market yang lebih kecil sehingga memasarkan lebih strategis.

Sebagai contoh, apabila target bisnis Kamu adalah menawarkan layanan profesional untuk wanita, persempit lagi dengan menargetkan wanita di rentang usia, jenis karir, atau lokasi geografis tertentu.

Atau, alternatif lainnya bisa dengan cara mengubah layanan atau produk untuk memperluas daya tarik bisnis dan basis pelanggan. Misalkan, Kamu akan membuka bisnis kuliner all-you-can-eat, bisa diperluas dengan melakukan jasa pengiriman khusus makan malam kemasan, atau perluasan lainnya.

Selalu ingat untuk tetap mencermati persaingan. Lakukan analisis kompetitif yang sedang berlangsung dan cermati apa saja yang dilakukan oleh kompetitor, teknik marketing apa yang digunakan untuk membangun bisnisnya.

4. Memulai Langkah Kecil

Memulai langkah

Cara memulai bisnis kecil berikutnya yaitu dengan mengelola ekspektasi dan pengeluaran dengan memulainya dari yang paling kecil atau sederhana. Lalu, rencanakan untuk mulai melakukan ekspansi saat bisnis sudah maju.

Lakukan peninjauan kembali rencana bisnis dan pertimbangkan apa saja yang dibutuhkan untuk memulai bisnis. Misalkan, bisakah Kamu memulai usaha / bisnis tersebut dari rumah sendiri, atau memiliki kantor virtual dan menghindari kantor fisik?

Jika sudah memutuskan yang terbaik untuk ruang bisnis Kamu, sekarang pikirkan tentang kebutuhan staf. Sebelum mulai mempekerjakan karyawan full-time, alangkah baiknya mengisinya dengan karyawan freelance atau part-time.

Selalu berpikir realistis tentang benefit yang ditawarkan kepada karyawan dan berbelanja secara kompetitif untuk mendapatkan harga terbaik. Lebih baik tawarkan karyawan Kamu lebih sedikit manfaat di awal, dan tambahkan perlahan benefitnya seiring peningkatan laba bisnis Kamu.

Baca juga: 10 Tahapan Menjalankan Webinar Berbayar, Pelatihan Online

5. Optimasi Teknologi

Penggunaan teknologi merupakan cara memulai bisnis kecil yang lebih menghemat uang dan meningkatkan keuntungan bisnis.

Sebagai contoh penggunaan teknologi untuk bisnis yang lebih optimal:

Memperluas pasar dengan menjualnya secara online melalui berbagai saluran, misal marketplace dan media sosial.

Melakukan pemasaran via email alih-alih beriklan di media cetak atau elektronik yang lebih mahal.

Mengoptimalkan website bisnis Kamu di mesin pencari agar muncul di bagian teratas pencarian pelanggan.

Membuat kendaraan marketing yang terjangkau seperti webinar atau podcast melalui website bisnis Kamu.

Membuat program loyalitas terhadap pelanggan secara online dengan menawarkan notifikasi diskon, promo, kupon, voucher, dll.

6. Bangun Jejaring Bisnis

Jaringan bisnis

Tak kalah penting dalam membangun bisnis adalah membangun jaringan. Kenali orang lain di komunitas yang dapat memberikan referensi tentang bisnis Kamu dan membantu membangun bisnis. Kamu bingung darimana memulainya?

Mudah saja. Temukan grup jaringan bisnis lokal melalui media sosial, pengusaha kampus, dan komunitas lokal lainnya. Bergabunglah dengan komunitas tersebut untuk mendapatkan ide-ide baru dan memperluas jaringan bisnis Kamu.

7. Menurunkan Biaya Produksi

Ekonomi yang sedang sulit sebenarnya dapat menghasilkan cara-cara hebat dalam penghematan biaya. Beberapa ide kreatif berikut dapat menurunkan biaya awal bisnis Kamu, seperti:

Menggunakan kondisi ekonomi sebagai alat negosiasi saat negosiasi tentang sewa, atau sewa peralatan. Pengembang atau vendor membutuhkan bisnis untuk membayar sewa dan memenuhi kontraknya. Kamu bisa mendapatkan harga lebih rendah jika menunjukkan kemampuan bayar tepat waktu.

Membeli barang persediaan dari usaha / bisnis yang mau ditutup atau kurangi inventaris, khususnya barang-barang seperti perabot kantor, elektronik, dll.

Melakukan barter dengan pemilik bisnis lainnya. Carilah kemungkinan untuk kerjasama / aliansi bisnis dan usulkan diskon untuk memperdagangkan produk atau layanan.

Baca juga: Untung Mengalir, Inilah Bisnis Isi Ulang Air Menjanjikan

Kesimpulan

Itulah beberapa cara memulai bisnis kecil di situasi ekonomi yang menurun. Jika Kamu melakukan pekerjaan rumah, berpikir strategis dan memanfaatkan setiap peluang untuk meminimalkan biaya sambil memaksimalkan value tambahan kepada pelanggan, maka Kamu sudah membangun pondasi kuat untuk kesuksesan bisnis jangka panjang.