10 Langkah Sederhana Membuat Bisnis Plan

Sesederhana apapun bisnis yang akan kamu mulai, sebaiknya terlebih dahulu dibuat rencana atau nama kerennya adalah bisnis plan. Bisnis plan berguna untuk menjabarkan visi misi usaha anda menjadi goal atau tujuan kecil-kecil dan menjaga agar anda tetap fokus.

Membuat bisnis plan tidak sulit kok, ada panduan sederhana untuk membuat bisnis plan yang lebih memudahkan anda.

Bisnis Plan juga berguna untuk mencari investor sebagai pemodal Anda loh. Jika Bussiness Plan Anda menarik, realistis, dan menguntungkan, maka Anda bisa dengan mudah mengajak orang lain untuk menjadi investor Anda.

Bagaimana sih cara gampang membuat Bisnis Plan? Sebenarnya Bussiness Plan itu tidak seribet yang dibayangkan orang-orang.

Bisnis Plan sebenarnya hanya terdiri dari beberapa poin-poin penting yang bisa Anda modifikasi sesuai dengan bisnis Anda. Tidak ada acuan baku untuk sebuah bisnis plan, beberapa hal dibawah ini bisa menjadi panduan bagi anda yang sedang menyusun bisnis plan.

1. Jenis Usaha

Jenis usaha

Tahap pertama dari sebuah bisnis plan tentu saja menentukan jenis usaha apa yang akan dijalankan. Ini penting, karena berkaitan dengan strategi selanjutnya. Jenis usaha dagang atau jasa tentu mempunyai karakteristik dan strategi yang berbeda.

Sebaiknya awali dengan satu jenis usaha terlebih dahulu agar bsa lebih fokus memulainya.

2. Nama Usaha

Nama usaha

Hal pertama yang harus Anda cantumkan tentu saja nama bisnis Anda. Anda juga bisa menceritakan sedikit tentang bisnis Anda, latar belakang bisnis Anda, atau hal apa saja yang bisa menjelaskan tentang bisnis Anda. Singkat saja tidak usah panjang-panjang.

Contoh : Anda memiliki bisnis Baju Batik Modern yang Anda beri nama “Khansa Batik”. Anda jelaskan apa itu Khansa Batik, hal apa yang melatar belakangi Anda dalam mendirikan bisnis Khansa Batik, di mana lokasi usaha Anda, dan seberapa besar bisnis Anda. Anda juga bisa menjelaskan pencapaian-pencapaian yang telah diraih oleh bisnis Anda jika ada.

3. Visi Misi Usaha

Setiap perusahaan atau bisnis pasti memiliki tujuan. Anda tulis secara spesifik visi dan misi bisnis Anda di sini. Anda bisa juga memulainya dengan menulis visi bisnis Anda.

Visi adalah tujuan besar atau tujuan utama yang ingin Anda raih lewat bisnis Anda. Misi adalah tujuan-tujuan lebih kecil yang bertujuan untuk mencapai visi bisnis Anda.

Misalnya :

Visi Khansa Batik :

Membuat batik di Indonesia menjadi baju kegemaran masyarakat di Indonesia dan di luar negeri.

Misi :

1. Memasarkan produk baju batik ke seluruh wilayah Indonesia. Memasarkan produk baju batik ke luar negeri dalam bentuk ekspor

2. Membuat varian baju batik mulai dari anak kecil hingga dewasa agar bisa dinikmati oleh segala jenis kalangan.

4. Lokasi Usaha

Target usaha

Tahap berikutnya adalah menentukan dimana usaha akan dijalankan. Penentuan lokasi usaha akan berpengaruh pada anggaran keuangan yang harus disediakan.

Apakah di rumah sendiri atau harus menyewa tempat usaha. Untuk jenis usaha tertentu, lokasi usaha juga berpengaruh pada tingkat keberhasilan.

Beberapa jenis usaha seperti bengkel kendaraan, warung makanan menuntut lokasi yang strategis. Sementara usaha seperti bisnis online tidak terlalu bergantung pada lokasi usaha.

5. Analisa Produk

Analisis usaha

Di sini Anda harus menjelaskan secara detail tentang produk atau jasa yang Anda jual. Jelaskan juga kapasitas produksi Anda dalam sebulan seberapa banyak, dan bagaimana strategi yang akan Anda lakukan untuk memenuhi target produksi Anda.

Jangan lupa juga untuk menjelaskan kelebihan produk Anda yang tidak dimiliki oleh pesaing lain.

Misalnya : Rukmi Batik memiliki produk baju batik yang terdiri dari baju pria dan wanita, serta ukuran mulai dari anak kecil hingga dewasa.

Baca juga : 6 Langkah Mudah Memulai Bisnis Travel

Selain itu Rukmi Batik juga menyediakan berbagai jenis baju untuk berbagai keperluan, mulai dari casual, formal, hingga gaun untuk pesta.

6. Target Market

Bisnis Warung Burjo, Warung Sejuta Umat (idntimes)
Bisnis Warung Burjo, Warung Sejuta Umat (idntimes)

Di bagian ini Anda harus menjelaskan secara spesifik target market Anda seperti apa. Anda jelaskan berapa umur target market yang akan Anda tembak, mereka berasala dari wilayah mana,  daya belinya seberapa besar, hingga bagaimana kehidupan sehari-hari mereka.

Jika customer Anda kebanyakan berada di pusat perbelanjaan, Anda jelaskan pusat perbelanjaan yang seperti apa.

Jika customer Anda berasal dari internet, jelaskan secara rinci berapa jumlahnya dan bagaimana kebiasaan mereka dalam menggunakan internet.

Jangan lupa juga, Anda harus mampu menganalisa dan memprediksi perkembangan pangsa pasar Anda.

Jika pangsa pasar Anda terus meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun, maka bisnis Anda adalah bisnis yang sangat potensial dan mampu menarik perhatian investor untuk memberikan modal.

7. Besarnya Modal

Tahap berikutnya dalam merumuskan sebuah bisnis plan adalah seberapa besar modal yang dimiliki termasuk berasal darimana sumber pendanaan modal tersebut.

Baca juga : Ingin Uang Tambahan? Berikut Tips Menjalankan Bisnis Sampingan

Bisa dari modal sendiri maupun join capital dengan rekanan. Untuk memulai sebuah bisnis kecil, sebaiknya modal berasal dari tabungan pribadi agar keuntungan yang diperoleh bisa diakumulasikan untuk perputaran modal kerja. Hindari memulai usaha dengan modal yang bersumber dari hutang.

8. Proyeksi Laba Rugi

Proyeksi Laba Rugi

Proyeksi laba rugi berguna untuk pedoman dalam menjalankan bisnis. Berapa laba per bulan yang kita inginkan, target penjualan dan perkiraan biaya operasional yang kita tetapkan, dan lain-lain.

Pada awalnya proyeksi bisa dibuat berdasarkan perkiraan. Setelah usaha berjalan, proyeksi ini bisa kita rubah sesuai kondisi riil usaha kita. Untuk bisa mencapai laba yang diinginkan, dibutuhkan sebuah strategi bisnis yang baik.

Selanjutnya setelah usaha berjalan, proyeksi ini bisa kita naikkan atau turunkan sesuai kondisi riil bisnis kita.

Misal omset kita naikkan sebesar 20%, maka semua item biaya kita rubah untuk mendapatkan proyeksi laba bulan berjalan.

Begitu juga sebaliknya, dari proyeksi yang kita buat ternyata omset yang kita tetapkan terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan kondisi usaha, maka proyeksi selanjutnya bisa kita turunkan, misalnya sebesar 10%.

9. Strategi Bisnis

strategi berbisnis

Sebuah usaha sebaiknya tidak dibiarkan berjalan sekedarnya. Jika kita menginginkan sebuah hasil yang maksimal, dibutuhkan sebuah strategi yang baik yang meliputi penetapan harga jual, pemasaran atau media promosi lainnya. Strategi inilah yang nantinya akan membedakan hasil usaha kita dengan usaha orang lain.

10. Evaluasi Berkala

analisa berkala

Ketika usaha sudah berjalan, maka tahapan terakhir adalah perlunya membuat sebuah evaluasi apakah semuanya sudah berjalan sesuai rencana bisnis yang sudah dibuat.

Penjualan adalah muara dari seluruh strategi yang kita jalankan. Jika usaha sudah berjalan cukup lama namun omset usaha masih sangat kecil, atau laba yang dihasilkan tidak sesuai dengan proyeksi, mungkin ada beberapa hal yang harus segera kita benahi.

Evaluasi berkala bisa dilakukan setiap 3 bulanan atau 6 bulanan sekali.

Baca juga : 6 Ide Bisnis Jajanan Berbahan Mie Instan

Itu tadi beberapa panduan sederhana dalam membuat sebuah perencanaan usaha atau bisnis plan. Dengan perencanaan yang baik, diharapkan usaha kita akan bisa terus berkembang dari segi skala usaha dan juga pendapatan.